Banjir Lumpur Terjang Desa Wadas Jateng, Diduga Penambangan Andesit Jadi Penyebabnya

Diana Margarini
23 November 2024 22:06 WIB

Sender.co.id - Aktivitas penambangan batuan andesit di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, diduga menjadi penyebab terjadinya banjir lumpur dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Hujan yang terjadi pada Sabtu (23/11/2024) antara pukul 14.00 WIB hingga 15.30 WIB menyebabkan material lumpur dan longsor menimpa rumah serta kendaraan milik warga sekitar.

Dilansir dari kompas.com, salah satu warga sekitar, Siswanto menyatakan bahwa kejadian tersebut berkaitan erat dengan proyek penambangan batuan andesit di desa mereka.

"Setelah hujan angin reda, warga keluar rumah melihat situasi. Dari situ, banjir bandang itu melongsorkan tanah dan menimbun motor. Batu-batu berserakkan di jalanan," ujarnya.

Sebuah video  yang merekam kejadian tersebut telah tersebar luas melalui akun Instagram resmi warga desa, @wadas_melawan. Dalam video tersebut, terlihat banjir yang membawa material lumpur, batu, dan pepohonan menimpa salah satu motor milik warga. 

Selain itu, batu-batu besar juga turut berserakan di jalanan Dusun Kaligendol. Di lokasi yang berbeda, longsor mengakibatkan dua rumah warga di Dusun Karang mengalami kerusakan, sementara banjir lumpur juga melanda Dusun Winong.

Kejadian tersebjt diduga dipicu oleh hilangnya vegetasi di atas bukit Wadas akibat aktivitas pertambangan. 

"Kami akan terus melawan, sebab dengan melawan kami tak pernah sepenuhnya kalah!," tulis akun Instagram @wadas_melawan dalam keterangan unggahan mereka.

Lokasi kejadian dalam video tersebut berada di Dukuh Kaligendol, tepat di bawah bukit yang sedang ditambang untuk keperluan Proyek Strategis Nasional Bendungan Bener.

Akun Instagram itu juga menyampaikan kritik pedas terhadap situasi yang menimpa mereka saat ini.

"Kalian pasti menganggap kehidupan kami sekarang begitu nyaman. Tak usah banyak bicara, lihat video di postingan ini. Jalan manusia dijadikan jalur air berlumpur lengkap dengan material tambang brengsek itu, kayu, lumpur, batu, dan tentu dengan laju yang sangat deras," tulis mereka.

Kejadian ini menimbulkan keprihatinan di kalangan warga dan memicu diskusi tentang dampak lingkungan dari aktivitas penambangan di wilayah tersebut. (DA)

Komentar