(Ilustrasi/CNBCIndonesia)
Sender.co.id - Joe Biden mengumumkan pengunduran diri dari pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat 2024 dan mendukung wakilnya, Kamala Harris, maju sebagai calon presiden dari Partai Demokrat.
Pengunduran diri Biden menambah sejumlah rentetan peristiwa penting menjelang Pilpres AS. Setelah Trump selamat dari penembakan, kini Joe Biden mundur. Praktis, rematch antara Trump vs Biden di Pilpres AS batal. Trump akan berlawanan dengan Kamala Harris yang didorong menggantikan Biden.
Pengunduran
diri Biden dari Pilpres AS telah lama diperkirakan sebelumnya. Kabar resmi ini
akhirnya datang secara mendadak, beberapa hari usai Biden dinyatakan terjangkit
Covid-19 dan tengah beristirahat di Delaware.
Biden mundur juga terjadi lebih dari sepekan usai Donald Trump menjadi sasaran
penembakan saat kampanye di Pennsylvania pada Sabtu (13/7) lalu. Trump telah
resmi diusung oleh Partai Republik untuk maju di Pilpres AS.
Dalam beberapa minggu terakhir, desakan Biden mundur juga kian keras setelah ia
disebut kalah dalam debat pertama melawan Trump. Elektabilitasnya berada di
angka 43 persen, dibandingkan Trump yang sejauh ini meraup 46 persen dukungan
dalam jajak pendapat.
Usai pengumuman ini, Biden mengatakan akan menyampaikan sikap resminya secara
terperinci di depan publik akhir pekan ini.
"Saya akan berbicara di depan publik akhir minggu ini secara rinci tentang
keputusan saya," kata Biden.
Untuk saat ini, izinkan saya menyampaikan rasa terima kasih saya yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk melihat saya
terpilih kembali," imbuhnya.
Dalam pernyataan pengunduran dirinya pada Minggu (21/7) lewat sosial media,
Biden mengatakan keputusan ini dilakukan demi kepentingan terbaik partainya
(Demokrat) dan bagi negara.
"Merupakan kehormatan terbesar dalam hidup saya untuk menjabat sebagai
presiden Anda," kata Biden dalam surat pengunduran dirinya.
Langkah tersebut membuat Demokrat kembali dilanda "kekacauan"
menjelang pilpres AS, yang akan digelar pada 5 November. Namun penunjukan Biden
ke Harris sebagai penggantinya juga membawa angin segar bagi Demokrat.
"Dan
meskipun saya berniat untuk mencalonkan diri kembali, saya yakin bahwa demi
kepentingan terbaik partai saya dan negara, saya harus mengundurkan diri dan
hanya berfokus pada pemenuhan tugas saya sebagai Presiden selama sisa masa
jabatan saya," imbuhnya.
Kamala Harris telah menyatakan komitmennya sebagai pengganti Biden, dan
menegaskan akan berjuang untuk meraih dukungan resmi menjelang konvensi partai
yang akan digelar Agustus nanti.
"Saya merasa terhormat mendapat dukungan dari Presiden dan niat saya
adalah untuk mendapatkan dan memenangkan nominasi ini," demikian
pernyataan Kamala Harris pada Minggu (21/7) waktu setempat. (*)
Komentar