Ini Bocoran Isi Proposal Apple ke Kemenperin Senilai 100 Juta Dollar AS

Tazkiya Fuadah
22 November 2024 17:12 WIB

Sender.co.id - Perusahaan Apple mengajukan proposal terbarunya ke pemerintah Indonesia, yang pada intinya mereka akan menambah nilai investasi yang semula 10 juta dollar AS (Rp 157 miliar) menjadi 100 juta dollar AS (Rp 1,58 triliun). 

Proposal senilai 100 juta dollar AS tersebut merupakan proposal baru yang salah satu klausulnya,  supaya Apple dapat melunasi sisa hutang proposal lama. Kini, rincian dari proposal investasi 100 juta dollar AS dari Apple itu diungkap oleh Febri Hendri Antoni Arif Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

"Isi proposal Apple itu, pertama, bahwa Apple memang mengirimkan proposal investasi untuk selama dua tahun sebesar 100 juta dollar AS. Di proposal tersebut, Apple menyampaikan 100 juta itu untuk pembangunan product development center maupun professional developer academy," ujar Febri di Kantor Kemenperin, Kamis (21/11/2024)

Dilansir dari laman Kompas.com, Febri mengatakan bahwa PT Apple Indonesia merencanakan produksi komponen Mesh Airpods Max pada Juli 2025, sebagai bagian dari global value chain produk Apple. Febri mengonfirmasi jika produksi komponen Mesh Airpod Max atau bantalan Airpod Max itu akan diwujudkan dalam bentuk pembangunan pabrik di Bandung. 

Poin selanjutnya, Apple Indonesia akan membangun Apple Academy keempat dan kelima yang berlokasi di Bali dan Jakarta, hingga Juni 2026. "Nah itu isi proposal Apple sementara yang kami tangkap," ungkap Febri

Hingga kini Kemenperin sendiri belum menyatakan sikapnya atas tawaran terbaru dari Apple. Febri mengatakan Kemenperin membahas apakah nilai investasi sebesar 100 juta dollar AS adil untuk Indonesia maupun investor smartphone dan produk handphone, komputer genggam dan tablet (HKT) lain di Tanah Air.

"Berkeadilan pertama, bagi Indonesia dibandingkan dengan negara-negara tujuan investasi Apple lainnya. Seperti Vietnam, India dan beberapa negara lainnya. Yang kedua, apakah juga nilai 100 juta dollar AS itu berkeadilan bagi investor smartphone dan produk HKT di Indonesia," kata Febri. 

Kemenperin juga berharap investasi yang ditawarkan Apple bisa menyerap tenaga kerja yang banyak. Febri juga berkata bahwa pihaknya menilai apakah investasi dari Apple bisa menjadikan beberapa industri dalam negeri di Indonesia bisa digunakan sebagai bagian dari global value chain (rantai nilai global). (TF)

Komentar