Posisi Ketua MPR ‘Jalan Tengah’ Gerindra Amankan Pelantikan Prabowo - Gibran

Veridial
05 October 2024 22:06 WIB

Sender.co.id - Penugasan Ahmad Muzani sebagai Ketua MPR RI oleh Partai Gerindra ditengarai untuk menjaga kelancaran pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan.

 

Ini sejalan dengan pidato pertama Ahmad Muzani sesaat setelah ia dilantik sebagai Ketua MPR RI periode 2024 – 2029. Ahmad Muzani mengungkapkan agenda kenegaraan penting yang dilakukan MPR setelah pelantikan Pimpinan MPR adalah melakukan tugas konstitusional MPR, yakni melantik Presiden dan Wakil Presiden hasil Pemilu 2024 pada Minggu, 20 Oktober 2024.

 

Untuk itu Muzani mengharapkan kerjasama yang baik di antara seluruh anggota MPR, para pimpinan partai politik, seluruh fraksi dan Kelompok DPD, untuk mensukseskan pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden hasil Pemilu 2024.

 

“Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden tersebut adalah bukti kita telah melangkah maju melaksanakan demokrasi yang baik. Kita bangga bahwa demokrasi yang kita laksanakan di Indonesia adalah demokrasi Pancasila, yakni demokrasi yang ber-ruh kebangsaan, yang memuliakan, merawat keberagaman dan membangun persatuan dalam keberagaman dan perbedaan, serta mewujudkan impian kebersamaan dalam rumah besar Indonesia, rumah besar Pancasila,” katanya dalam pidato pertama sebagai Ketua MPR di Gedung Nusantara belum lama ini.

 

Direktur Eksekutif Sentral Politika, Subiran Paridamos menduga penunjukan Ahmad Muzani disinyalir untuk menjaga Prabowo-Gibran bisa dilantik dengan lancar sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029 pada 20 Oktober nanti. 

 

"Gerindra berkepentingan menduduki posisi ketua MPR RI guna memastikan proses pelantikan Prabowo-Gibran berjalan tanpa dinamika tertentu di internal MPR, termasuk riak-riak di luar parlemen," ujarnya.

 

Lagi pula, kedudukan Ketua MPR disinyalir menjadi jalan tengah antara Gerindra dan dua parpol teratas di Pemilu 2024, yakni PDIP dan Golkar. Untuk PDIP sebagai parpol pemenang Pileg 2024 sudah mendapat kursi Ketua DPR RI yang kembali dipegang Puan Maharani.

 

"Sementara Golkar tidak melakukan manuver karena menghargai posisi politik Gerindra sebagai ketua Koalisi KIM Plus. Dan mungkin saja Golkar akan mendapatkan kompensasi lebih di kabinet Prabowo-Gibran akibat melepas posisi ketua MPR ke Gerindra," sambung Subiran.

 

Melihat peta politik ini, Subiran meyakini meyakini pelantikan Prabowo-Gibran bisa berjalan lancar dengan diangkatnya Ahmad Muzani sebagai Ketua MPR. 

 

"Sehingga ketika posisi ketua MPR dijabat Ahmad Muzani dari fraksi Gerindra, sudah sangat tepat," pungkasnya. (VE)

Komentar