Sehari Usai Tragedi Bekasi, KA Dhoho Tabrak Truk Mogok di Blitar

Divson
29 April 2026 20:52 WIB

Sender.co.id - Insiden kecelakaan di perlintasan sebidang kembali terjadi. KA Dhoho relasi Blitar–Surabaya menabrak sebuah truk bermuatan pasir di perlintasan Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Selasa (28/4/2026) malam.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.40 WIB itu bermula saat truk yang melaju dari arah utara ke selatan diduga mengalami mati mesin tepat di atas rel saat hendak melintas.

Menurut informasi awal dari kepolisian, sopir sempat berupaya mengevakuasi kendaraan, sementara warga sekitar disebut ikut membantu mendorong truk keluar dari lintasan. Namun waktu yang sempit membuat benturan dengan KA Dhoho tak terhindarkan.

Lokomotif menghantam bagian kendaraan dan menyeret badan truk beberapa meter dari titik perlintasan. Benturan keras sempat membuat warga sekitar panik dan menghentikan aktivitas di sekitar lokasi.

Kasat Lantas Polres Blitar Kota AKP Agus Prayitno membenarkan kejadian tersebut dan menyebut dugaan awal insiden dipicu kendaraan yang mengalami gangguan mesin saat berada di jalur rel.

"Truk diduga mengalami kendala mesin dan berhenti tepat di atas rel. Pengemudi sudah berusaha menyelamatkan diri, dan kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," ujar Agus dalam keterangannya.

Menurut Agus, sopir dan kernet berhasil keluar dari kendaraan beberapa saat sebelum benturan terjadi.

Sementara itu, Manager Humas Daop 7 Madiun menyatakan pihak KAI langsung melakukan penanganan di lokasi begitu insiden terjadi, termasuk pengecekan kondisi rangkaian dan jalur agar operasional kereta kembali aman.

"KA Dhoho sempat mengalami gangguan perjalanan akibat insiden ini, namun petugas segera melakukan penanganan dan pemeriksaan untuk memastikan keselamatan operasional," kata perwakilan Daop 7.

Sejumlah saksi mata di lokasi mengaku mendengar benturan keras saat kereta menghantam truk.

"Tadi warga sempat bantu dorong truk karena seperti mogok, tapi kereta keburu datang," ujar salah satu warga sekitar yang menyaksikan kejadian.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bagian depan lokomotif dilaporkan mengalami kerusakan, sementara arus perjalanan kereta sempat mengalami keterlambatan akibat proses evakuasi dan pemeriksaan jalur.

Peristiwa ini terjadi hanya sehari setelah tragedi tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, sehingga kembali memunculkan sorotan terhadap keselamatan di perlintasan sebidang.

Pengamat transportasi juga menilai insiden di Blitar menjadi pengingat pentingnya disiplin pengguna jalan dan peningkatan sistem keamanan perlintasan.

Pihak kepolisian bersama KAI kini masih melakukan pendalaman terkait kronologi pasti insiden, termasuk kemungkinan faktor teknis kendaraan dan kondisi perlintasan saat kejadian.

Sementara itu, AKP Agus Prayitno mengimbau pengguna jalan lebih waspada saat melintasi rel.

"Jangan memaksa melintas ketika situasi berisiko. Keselamatan harus jadi prioritas utama," tegasnya.

Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan di perlintasan sebidang yang kerap dipicu kelalaian maupun gangguan kendaraan, sekaligus menjadi alarm bahwa persoalan keselamatan rel masih menjadi pekerjaan besar yang belum selesai. (wg/dv)

Komentar