Suasana di lokasi kecelakaan kereta di Blitar terekam saat proses penanganan berlangsung, memperlihatkan kondisi pascakejadian yang menyita perhatian publik, Selasa (29/4/2026). Insiden ini menjadi sorotan di tengah proses evakuasi dan investigasi. (Foto: Radio Patria)
Sender.co.id - Insiden kecelakaan di perlintasan sebidang
kembali terjadi. KA Dhoho relasi Blitar–Surabaya menabrak sebuah truk bermuatan
pasir di perlintasan Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar,
Selasa (28/4/2026) malam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.40 WIB itu bermula
saat truk yang melaju dari arah utara ke selatan diduga mengalami mati mesin
tepat di atas rel saat hendak melintas.
Menurut informasi awal dari kepolisian, sopir sempat
berupaya mengevakuasi kendaraan, sementara warga sekitar disebut ikut membantu
mendorong truk keluar dari lintasan. Namun waktu yang sempit membuat benturan
dengan KA Dhoho tak terhindarkan.
Lokomotif menghantam bagian kendaraan dan menyeret badan
truk beberapa meter dari titik perlintasan. Benturan keras sempat membuat warga
sekitar panik dan menghentikan aktivitas di sekitar lokasi.
Kasat Lantas Polres Blitar Kota AKP Agus Prayitno
membenarkan kejadian tersebut dan menyebut dugaan awal insiden dipicu kendaraan
yang mengalami gangguan mesin saat berada di jalur rel.
"Truk diduga mengalami kendala mesin dan berhenti
tepat di atas rel. Pengemudi sudah berusaha menyelamatkan diri, dan kami
bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," ujar Agus dalam
keterangannya.
Menurut Agus, sopir dan kernet berhasil keluar dari
kendaraan beberapa saat sebelum benturan terjadi.
Sementara itu, Manager Humas Daop 7 Madiun menyatakan pihak
KAI langsung melakukan penanganan di lokasi begitu insiden terjadi, termasuk
pengecekan kondisi rangkaian dan jalur agar operasional kereta kembali aman.
"KA Dhoho sempat mengalami gangguan perjalanan akibat
insiden ini, namun petugas segera melakukan penanganan dan pemeriksaan untuk
memastikan keselamatan operasional," kata perwakilan Daop 7.
Sejumlah saksi mata di lokasi mengaku mendengar benturan
keras saat kereta menghantam truk.
"Tadi warga sempat bantu dorong truk karena seperti
mogok, tapi kereta keburu datang," ujar salah satu warga sekitar yang
menyaksikan kejadian.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bagian depan lokomotif
dilaporkan mengalami kerusakan, sementara arus perjalanan kereta sempat
mengalami keterlambatan akibat proses evakuasi dan pemeriksaan jalur.
Peristiwa ini terjadi hanya sehari setelah tragedi tabrakan
KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, sehingga kembali memunculkan
sorotan terhadap keselamatan di perlintasan sebidang.
Pengamat transportasi juga menilai insiden di Blitar menjadi
pengingat pentingnya disiplin pengguna jalan dan peningkatan sistem keamanan
perlintasan.
Pihak kepolisian bersama KAI kini masih melakukan
pendalaman terkait kronologi pasti insiden, termasuk kemungkinan faktor teknis
kendaraan dan kondisi perlintasan saat kejadian.
Sementara itu, AKP Agus Prayitno mengimbau pengguna jalan
lebih waspada saat melintasi rel.
"Jangan memaksa melintas ketika situasi berisiko.
Keselamatan harus jadi prioritas utama," tegasnya.
Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan di
perlintasan sebidang yang kerap dipicu kelalaian maupun gangguan kendaraan,
sekaligus menjadi alarm bahwa persoalan keselamatan rel masih menjadi pekerjaan
besar yang belum selesai. (wg/dv)
Komentar