Sempat Dicari Keluarga dengan Foto, Alumni Unila Ini Ternyata Korban Tragedi Kereta

Divson
29 April 2026 19:44 WIB

Sender.co.id - Duka mendalam masih menyelimuti tragedi tabrakan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur. Di balik insiden yang menewaskan 15 orang itu, tersimpan kisah pilu salah satu korban, Vica Acnia Fratiwi (23), alumni Teknik Elektro Universitas Lampung (Unila) angkatan 2020.

Nama Vica menjadi sorotan setelah beredar kisah keluarganya yang sempat mencari keberadaannya dengan membawa foto korban ke sejumlah titik pencarian usai kecelakaan terjadi pada Senin malam (27/4/2026).

Saat banyak keluarga korban menunggu kepastian, keluarga Vica disebut berupaya mendatangi posko informasi, rumah sakit, hingga lokasi penanganan korban sambil menunjukkan foto Vica, berharap ada kabar bahwa ia selamat.

Namun pencarian itu berakhir pilu.

Vica dipastikan menjadi salah satu korban meninggal dalam tragedi yang mengguncang publik tersebut. Momen duka keluarga semakin menyentuh saat video suasana rumah duka beredar, memperlihatkan tangis keluarga pecah di sisi peti jenazah korban.

Kisah ini menjadi salah satu potret paling manusiawi dari tragedi Bekasi Timur—tentang keluarga yang semalaman mencari, tentang harapan yang perlahan berubah menjadi kabar duka.

Presiden Prabowo Subianto, saat meninjau korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Bekasi, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan insiden ini harus diusut tuntas.

"Keselamatan masyarakat tidak boleh dikompromikan. Kejadian ini harus menjadi evaluasi serius," ujar Prabowo usai menjenguk korban luka.

Sementara Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menegaskan pihaknya mendukung penuh investigasi penyebab kecelakaan dan memastikan penanganan terhadap korban dan keluarga terdampak menjadi prioritas.

"Kami berduka atas tragedi ini dan akan mendukung proses investigasi secara menyeluruh," ujar Didiek.

Duka juga datang dari lingkungan kampus. Sivitas akademika Universitas Lampung menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Vica, yang dikenang sebagai alumni muda yang sedang merintis masa depan.

Dekan Fakultas Teknik Unila dalam ungkapan belasungkawa menyebut kepergian Vica menjadi kehilangan bagi keluarga besar kampus.

"Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan," demikian pernyataan belasungkawa yang beredar.

Tragedi ini kembali mengingatkan, di balik angka korban dan investigasi, ada cerita-cerita yang jauh lebih sunyi: keluarga yang menunggu seseorang pulang, foto yang dibawa berkeliling untuk mencari kabar, dan pertemuan terakhir yang terjadi di rumah duka.

Kisah Vica menjadi satu dari banyak cerita kehilangan yang membuat tragedi Bekasi Timur tak hanya dikenang sebagai kecelakaan besar, tetapi juga luka yang tinggal di banyak rumah. (wg/dv)

Komentar