Smartwatch untuk Olahraga dan Pantau Kesehatan, Seberapa Tingkat Akurasinya?

Tazkiya Fuadah
03 November 2024 07:33 WIB

Sender.co.id - Di kalangan masyarakat, smartwatch kini semakin populer bagi yang ingin meningkatkan kualitas olahraga dan kesehatan mereka.

 

Menawarkan berbagai fitur, perangkat ini hadir mulai dari pemantauan detak jantung hingga pelacakan jumlah langkah dan tidur, yang menjadikannya alat ini multifungsi untuk memangtau aktivitas sehari-hari.

 

Namun, seberapa sih tingkat akurasi data yang dihasilkan oleh smartwatch ini dalam mendukung kegiatan olahraga dan kesehatan? Apakah benar-benar bisa diandalkan?

 

Dr. Richard Alcock, seorang spesialis kardiologi, melakukan sebuah penelitian dan eksperimen untuk menguji akurasi smartwatch dalam memantau kebugaran kardiovaskular. Dilansir dari laman ABC.net.au.

 

Pada eksperimen tersebut, Dr. Alcock membandingkan hasil pengukuran VO2 max, indikator utama kebugaran jantung dan paru-paru, antara alat medis dan smartwatch.

 

Berdasarkan eksperimen dan penelitian tersebut, akurasi dari smartwatch dalam mengukur berbagai metrik kesehatan dan kebugaran masih memiliki keterbatasan.

 

Contohnya, dalam pengujian yang dilakukan oleh spesialis kardiologi tersebut, terdapat perbedaan sekitar 10% antara hasil pengukuran VO2 max dari peralatan medis yang akurat dan smartwatch yang ia gunakan. Hal ini karena smartwatch tidak benar-benar mengukur keluaran oksigen tubuh secara langsung, melainkan hanya memperkirakan angka tersebut berdasarkan detak jantung dan kecepatan.

 

Pada penelitian lain juga menunjukkan bahwa akurasi detak jantung yang diukur oleh smartwatch bisa sangat bervariasi tergantung pada jenis olahraga dan intensitasnya.

 

Misalnya, saat seseorang berlari atau bersepeda, pergerakan tangan yang berbeda dapat mempengaruhi hasil pengukuran.

 

Dalam hal pemantauan tidur pun cenderung melebih-lebihkan durasi tidur karena mereka hanya bergantung pada gerakan tubuh sebagai indikator dalam beberapa perangkat wearable.

 

Meskipun ada keterbatasan, beberapa metrik seperti penghitungan langkah dan pengukuran jarak dapat relatif akurat dalam kondisi optimal.

 

Namun, ketergantungan pada satu metrik untuk menghitung metrik lain, seperti penggunaan langkah untuk menghitung kalori yang terbakar, dapat menyebabkan kesalahan bertumpuk.

 

Smartwatch mungkin tidak memberikan akurasi yang cukup tinggi secara keseluruhan untuk digunakan dalam pengaturan medis atau ilmiah.

 

Meskipun begitu, smartwatch dapat memotivasi aktivitas fisik dan memberikan pemahaman umum tentang kesehatan dan tetap berguna bagi masyarakat umum, terutama jika digunakan dengan kesadaran akan batasan-batasannya.

 

Demikian ulasan mengenai seberapa akurat smartwatch untuk olahraga dan memantau kesehatan.

Semoga bermanfaat. (TF)

 

Komentar