(Usai pertandingan Bahrain vs Indonesia, wasit dalam laga itu jadi sorotan dunia/istimewa)
Sender.co.id - Kabar penolakan tim sepakbola Bahrain untuk melawan Timnas Indonesia dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia di Gelora Bung Karno (GBK), mendapat sorotan dari media luar negeri.
Dalam
laporannya, media Vietnam Bongda24h menyoroti langkah Federasi Sepak
Bola Bahrain (BFA) yang melayangkan surat ke FIFA dan meminta agar lokasi
pertandingan melawan Indonesia di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026
zona Asia pada Maret mendatang dipindahkan ke lokasi netral.
Surat sepanjang 7 halaman dari BFA mengungkapkan kekhawatiran tim Asia Barat
ini terhadap keselamatan para pemainnya selama bertandang ke Indonesia pada
Maret 2025. Dalam beberapa hari terakhir, para pemain dan pengurus sepak bola
Bahrain dibuat resah dengan ancaman dari suporter Indonesia.
FIFA belum menanggapi permintaan Bahrain. Meski demikian, para ahli menilai
kemungkinan disetujuinya usulan BFA cukup kecil. Karena FIFA harus bekerja sama
dengan tim tuan rumah (Indonesia) untuk mengubah lokasi kompetisi.
FIFA memang berhak dan pernah mengubah venue beberapa pertandingan kualifikasi
Piala Dunia. Namun, keputusan-keputusan tersebut sebagian besar berasal dari
alasan keamanan dan politik, bukan karena tuntutan satu pihak.
Dalam kasus Bahrain, jika FIFA menyetujuinya, hal itu bisa menjadi preseden
buruk bagi tim lain.
Tingkat ekstrim suporter Indonesia diduga menjadi alasan BFA mengajukan
permintaan kepada FIFA. Kejadian pada babak 2 Kualifikasi Piala Dunia 2022
misalnya, saat suporter Indonesia dan Malaysia sempat bertengkar sengit di
Jakarta hingga pihak militer harus mengirimkan kendaraan lapis baja ke lapangan
untuk menjamin keselamatan.
Hasil
imbang 2-2 Indonesia melawan Bahrain beberapa hari lalu telah menimbulkan
gelombang kemarahan di kalangan suporter timnas. Wasit Amed Al Kaf dan Federasi
Sepak Bola Bahrain mengalami serangkaian serangan siber dari suporter
Indonesia. Bahkan beranda Federasi Sepak Bola Bahrain sempat dirusak oleh
peretas.
PSSI juga telah melayangkan surat ke AFC untuk meminta peninjauan ulang
terhadap wasit. Sayangnya, AFC menolak tuntutan tersebut dengan alasan
kurangnya bukti. (VE)
Komentar