Apa Saja Perubahan Setelah Airlangga Tak Lagi Menjabat Ketum Golkar

Veridial
13 August 2024 17:29 WIB

Sender.co.id - Airlangga Hartarto secara mendadak mengundurkan diri dari posisinya sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada Sabtu (10/8).

 

Pengunduran diri ini diumumkan melalui video sehari setelahnya, menjelang Musyawarah Nasional (Munas) yang dijadwalkan pada Desember 2024 dan hanya beberapa minggu sebelum batas pendaftaran calon kepala daerah untuk Pilkada 2024.

 

Airlangga mengungkapkan bahwa keputusannya untuk mundur bertujuan menjaga integritas Golkar dan stabilitas selama masa transisi dari pemerintahan Presiden Joko Widodo ke pemerintahan Prabowo Subianto.

 

Selama masa kepemimpinannya, ia telah mendukung beberapa calon kepala daerah untuk Pilkada 2024, termasuk Dedi Mulyadi, Bobby Nasution, Ridwan Kamil, dan Khofifah Indar Parawansa.

 

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro memperkirakan bahwa meskipun terjadi perubahan kepemimpinan di Golkar, dampaknya terhadap peta politik Pilkada 2024 tidak akan terlalu besar.

 

Perubahan kemungkinan hanya akan terlihat di daerah strategis seperti Jakarta, Jawa Timur, dan Banten. Menurut Agung, kualitas kandidat dan rekam jejak mereka lebih menentukan daripada perubahan kepemimpinan di Golkar.

 

Sementara itu, posisi Golkar dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) diperkirakan tidak akan mengalami perubahan signifikan karena Golkar merupakan salah satu penggerak utama koalisi tersebut. Perubahan mungkin akan lebih terasa pada tingkat nasional, khususnya terkait penunjukan menteri dalam kabinet Prabowo-Gibran.

 

Agung menekankan pentingnya ketua baru Golkar untuk dapat mengakomodasi berbagai faksi di dalam partai guna mencegah perpecahan. Adib Miftahul dari Kajian Politik Nasional (KPN) juga berpendapat bahwa meskipun ada perubahan kepemimpinan, komposisi calon kepala daerah Golkar untuk Pilkada 2024 tidak akan berubah secara drastis. Faksi-faksi di Golkar akan berupaya mempertahankan hasil pemilu sebelumnya dan mendukung KIM sepenuhnya. (DY)

 

Sc: cnnindonesia

 

Komentar