Presiden Donald Trump menyatakan militer AS telah memulai operasi tempur besar-besaran ke sejumlah target strategis di Iran. (FOTO: REBECCA BLACKWELL/THE ASSOCIATED PRESS)
Sender.co.id - Amerika Serikat secara resmi mengonfirmasi keterlibatannya dalam serangan militer terhadap Iran bersama Israel pada Sabtu (28/02/2026). Presiden Donald Trump menyatakan militer AS telah memulai āoperasi tempur besar-besaranā terhadap sejumlah target strategis di wilayah Iran.
Serangan dilaporkan menyasar beberapa kota besar, termasuk Teheran, Isfahan, Qom, Karaj, Kermanshah, Lorestan, dan Tabriz. Pemerintah AS menyebut langkah tersebut diambil untuk menghilangkan ancaman yang dinilai membahayakan kepentingan dan keamanan nasional Amerika Serikat.
Trump menegaskan operasi ini merupakan respons tegas terhadap situasi keamanan yang disebut semakin memburuk di kawasan Timur Tengah. Ia menyatakan Amerika tidak akan tinggal diam terhadap ancaman yang dianggap nyata terhadap sekutu maupun wilayahnya.
Pihak Israel juga menyatakan operasi dilakukan secara terkoordinasi. Sejumlah fasilitas yang disebut berkaitan dengan infrastruktur strategis Iran dilaporkan menjadi target utama.
Iran Luncurkan Rudal Balasan
Tak lama setelah serangan gabungan tersebut, Iran dilaporkan meluncurkan rudal ke arah Israel sebagai bentuk respons militer. Militer Israel menyatakan sistem pertahanan udara diaktifkan setelah terdeteksi adanya proyektil yang mengarah ke sejumlah wilayah. Sirene peringatan dilaporkan berbunyi di beberapa kota, sementara warga diminta memasuki tempat perlindungan.
Sejumlah laporan media internasional menyebutkan terdengar ledakan di beberapa titik, meski otoritas Israel belum merinci dampak kerusakan maupun kemungkinan korban akibat serangan balasan tersebut. Situasi keamanan di sejumlah wilayah disebut meningkat drastis.
Status Siaga dan Respons Global
Di tengah eskalasi tersebut, sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dilaporkan berada dalam status siaga tinggi. Pemerintah AS menyatakan akan terus memantau perkembangan dan memastikan perlindungan terhadap personel serta kepentingannya di kawasan.
Ketegangan ini juga memicu perhatian luas dari komunitas internasional. Beberapa negara menyerukan penahanan diri dan mendesak agar kedua pihak menghindari eskalasi lebih lanjut yang berpotensi memperluas konflik.
Hingga kini, situasi di Timur Tengah masih berkembang cepat dengan ketegangan yang belum menunjukkan tanda mereda. Dunia menanti langkah berikutnya dari masing-masing pihak di tengah risiko konflik yang semakin meluas
Komentar