Bulutangkis Gagal di Olimpiade 2024, PBSI Evaluasi Peran Psikologi

Veridial
07 August 2024 13:43 WIB

Sender.co.id - Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Agung Firman Sampurna, mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh atas kegagalan para atlet bulu tangkis di Olimpiade Paris 2024.

 

Salah satu fokus utama dari evaluasi tersebut adalah perbaikan tim psikolog yang mendukung para atlet.

 

Agung menjelaskan bahwa evaluasi ini direncanakan akan dilakukan pada acara Musyawarah Nasional (Munas) PP PBSI yang akan diselenggarakan di Surabaya pada 9-10 Agustus 2024. Acara ini juga menandai akhir masa jabatannya sebagai Ketua Umum PP PBSI.

 

"Kami akan melakukan evaluasi besar-besaran pada Munas PBSI yang akan datang, dan hasil dari evaluasi ini akan dijadikan rekomendasi untuk pengurus baru dalam menetapkan kebijakan strategis di bidang bulu tangkis. Kami merasa perlu adanya evaluasi mendalam, termasuk penempatan satu psikolog untuk setiap atlet agar dapat memahami keunikan masing-masing secara komprehensif," ujar Agung dikutip dari Tempo, Selasa, 6 Agustus 2024.

 

Mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu menilai ketidaksiapan mental menjadi salah satu penyebab utama ketidakmaksimalan penampilan atlet Indonesia di Olimpiade Paris 2024. Meskipun tim AdHoc PP PBSI telah menyediakan tim psikolog, Agung merasa bahwa tim tersebut tidak menangani atlet secara individu, melainkan secara kelompok.

 

"Dari segi teknik dan stamina, perbedaan antara atlet yang masuk peringkat 15 besar dunia tidak signifikan. Perbedaan utama terletak pada kesiapan mental," kata Agung. "Tim psikolog kami saat ini melayani sejumlah atlet sekaligus. Mungkin, diperlukan satu psikolog untuk setiap atlet agar mereka dapat lebih efektif mengatasi masalah mental saat bertanding." Ucapnya.

 

Wakil bulu tangkis Indonesia gagal meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024, mengulangi catatan buruk seperti di Olimpiade London 2012. Namun, PP PBSI mendapat sedikit keberuntungan melalui prestasi Gregoria Mariska Tunjung yang meraih medali perunggu, berkat pengunduran diri atlet Spanyol Carolina Marin karena cedera lutut.

 

Selain membahas evaluasi kegagalan Olimpiade, Munas PP PBSI juga akan menjadi kesempatan untuk menetapkan Ketua Umum baru. Sekretaris Jenderal PP PBSI, Fadil Imran, adalah calon tunggal dengan dukungan dari 35 pengurus provinsi. (DY)

Tag

Komentar