Sender.co.id - Kota Makassar, sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, memiliki beragam kuliner khas, antara lain ulu juku, apang, jompo-jompo, barongko, pallumara, pallubasa, pisang epe, dan es pisang ijo. Selain itu, Makassar dikenal dengan coto makassar, yang merupakan sajian khas daerahnya, mirip dengan soto yang ada di berbagai daerah lain di Indonesia.
Sebagai pelabuhan tersibuk di Nusantara sejak abad ke-14, Makassar berfungsi sebagai gerbang bagi pedagang Spanyol dan Portugis yang menyimpan rempah-rempah sebelum didistribusikan ke Eropa. Selain mereka, pedagang dari India, Cina, dan Kamboja juga menjadikan Makassar sebagai pusat perdagangan, sehingga masakan Makassar terpengaruh oleh berbagai budaya, termasuk Cina, Arab, India, dan Timur Tengah.
Budaya Arab dan India tercermin dalam masakan Makassar yang berkuah gurih, hasil kombinasi santan dan susu. Sementara itu, pengaruh budaya Cina terlihat dalam berbagai kue dan es yang disajikan. Penggunaan rempah-rempah seperti pala, merica, dan kayu manis juga mengindikasikan pengaruh Timur Tengah.
Coto Makassar diyakini telah ada sejak zaman Kerajaan Gowa-Tallo yang berpusat di Somba Opu pada tahun 1538. Hidangan ini menjadi favorit di kalangan istana dan diduga terpengaruh oleh kuliner Cina, terutama melalui penggunaan tauco dalam sambalnya.
Coto Makassar menggunakan rempah patang pulo, yang terdiri dari 40 jenis rempah, dan diolah secara tradisional dalam kuali tanah liat yang disebut korong butta atau uring butta. Kuliner ini terbuat dari daging sapi dan jeroan, serta dapat memenuhi 60%-70% Angka Kecukupan Gizi (AKG) dalam satu porsi.
Meskipun menggunakan daging dan jeroan seperti limpa dan hati, cita rasa bumbu yang digunakan membantu mengurangi kadar kolesterol. Untuk mendapatkan tekstur daging yang lembut, seringkali ditambahkan pepaya muda.
Coto Makassar memiliki waktu konsumsi khusus, yaitu sebagai makanan perantara antara pukul 09.00 hingga 11.00. Hidangan ini disajikan dalam mangkuk kecil dengan sendok bebek, dan semakin nikmat ketika dinikmati bersama ketupat, buras, dan sambal tauco.
Resep Coto Makassar
Bahan:
- 400 gr daging sapi
- 400 gr jeroan sapi
- Air untuk merebus
- 1 sdt garam
- 6 sdm minyak goreng
- 4 batang serai (memarkan bagian putihnya)
- 4 cm lengkuas (memarkan)
- 2 cm jahe (memarkan)
- 4 lembar daun salam
Bumbu (haluskan):
- 12 siung bawang putih
- 8 butir kemiri (sangrai)
- 2 sdm ketumbar (sangrai)
- ¾ sdt jintan (sangrai)
- 1½ sdt merica
- 50 gr kacang tanah (sangrai)
Sambal Taoco:
- 5 butir bawang merah
- 2 siung bawang putih
- 5 buah cabai merah keriting
- 5 sdm taoco
- 4 sdm minyak goreng
- 1 sdm gula pasir
Pelengkap:
- 2 sdm bawang goreng
- 2 sdm daun bawang iris
- 1 sdm seledri iris
- Jeruk nipis
- Buras (potong-potong)
Cara Membuat:
- Rebus daging dan jeroan terpisah dalam air dengan garam. Setelah matang, ambil 2 liter kaldu daging dan buang kaldu jeroan.
- Potong daging dan jeroan dadu 1,5 cm, masukkan ke panci kaldu dan masak di atas api sedang.
- Panaskan minyak, tumis bumbu halus bersama serai, lengkuas, jahe, dan daun salam hingga harum, lalu angkat.
- Masukkan bumbu tumis ke dalam panci kaldu, didihkan, kemudian kecilkan api dan masak hingga bau langunya hilang.
- Untuk sambal taoco, haluskan bawang merah, bawang putih, dan cabai. Campurkan dengan taoco, tumis hingga harum, dan tambahkan gula.
- Penyajian: Tuang coto dalam mangkuk saji, tambahkan pelengkap sesuai selera, dan sajikan panas bersama sambal taoco. (DY)
Komentar