Ekonomi Global Sedang tak Baik-baik Saja, Begitu Kata Sri Mulyani

Veridial
13 August 2024 17:36 WIB

Sender.co.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa situasi ekonomi global tetap menghadapi berbagai tantangan. Data ketenagakerjaan terbaru dari Amerika Serikat (AS) telah menimbulkan kekhawatiran global, terutama terkait potensi perlambatan ekonomi yang signifikan.

 

"Data ketenagakerjaan yang baru dirilis menunjukkan pasar tenaga kerja yang agak lemah, menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya 'hard landing'. Hal ini menyebabkan volatilitas yang cukup besar di perekonomian Amerika Serikat, yang dampaknya terasa di seluruh dunia," jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Selasa (13/8/2024).

 

Sementara itu, ekonomi Eropa menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Namun, tantangan besar masih ada akibat dampak dari konflik Perang Rusia-Ukraina. "Eropa mulai pulih, tetapi kondisi politik dan ketidakpastian dari Perang Ukraina membuat situasinya tetap sangat rentan," tambahnya.

 

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi China pada kuartal II turun di bawah 5%, mencapai 4,7%. Sri Mulyani mencatat bahwa China menghadapi masalah struktural, termasuk sektor properti dan beban utang pemerintah daerah yang besar.

 

Dia juga mengungkapkan bahwa banyak negara kini menerapkan tarif tinggi terhadap impor dari China, seperti mobil listrik dan barang manufaktur lainnya. "Secara global, tidak ada dukungan yang kuat karena banyak negara mulai mengenakan tarif tinggi pada impor dari China," ujar Sri Mulyani.

 

"Semua faktor ini menunjukkan bahwa tahun 2024 akan menghadapi dinamika yang penuh ketegangan, baik dari aspek politik, militer, maupun ekonomi. Kami memperkirakan bahwa ekonomi global akan terus melemah," tambahnya. (DY)


Sc:detikcom

 

Komentar