Gempa M4,6 Guncang Selat Sunda, Warga Pesisir Diimbau Menjauh dari Pantai

Wangga Lasmi Damayanti
23 September 2026 15:26 WIB

Sender.co.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah Selat Sunda pada Rabu (23/9/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pukul 05.27 WIB dengan episenter berada di laut, sekitar 37 kilometer barat daya Sumur, Banten.

Berdasarkan hasil pemutakhiran BMKG, gempa berada pada koordinat 6,99 Lintang Selatan dan 105,51 Bujur Timur dengan kedalaman sekitar 25 kilometer. Gempa dirasakan masyarakat di wilayah Sumur dengan intensitas II-III Modified Mercalli Intensity (MMI), yang berarti getaran terasa nyata di dalam rumah dan dirasakan seperti ada truk melintas. Hingga pemantauan BMKG pukul 06.10 WIB, belum terdeteksi aktivitas gempa susulan dan belum terdapat laporan kerusakan bangunan akibat guncangan tersebut.

Plt. Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Ana Oktavia Setiowati, menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di bawah laut. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut,” ujar Ana dalam siaran pers BMKG, Rabu (23/9/2026).

Ana mengatakan, berdasarkan laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan di Sumur dengan skala II-III MMI. “Berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Sumur dengan skala intensitas II-III MMI, yaitu getaran dirasakan nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu. Namun, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan dampak dari gempa bumi tersebut,” katanya.

Di sisi lain, BPBD Provinsi Lampung mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat, khususnya yang berada di kawasan pesisir. Melalui kanal resminya, BPBD Lampung meminta warga mewaspadai guncangan maupun kemungkinan reruntuhan bangunan serta melakukan evakuasi mandiri dan menjauh dari daerah pantai. Imbauan tersebut disampaikan setelah gempa berpusat di laut mengguncang kawasan Selat Sunda.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung Aswarodi sehari sebelumnya juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat di wilayah Lampung terhadap perkembangan kondisi kebencanaan di kawasan Selat Sunda. “Penurunan status ini menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami kecenderungan menurun. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga dan masyarakat diminta mengikuti setiap perkembangan informasi dari pihak yang berwenang,” ujar Aswarodi pada Selasa (22/9/2026). Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks penurunan status Gunung Anak Krakatau, bukan sebagai keterangan khusus mengenai gempa M4,6 pada Rabu.

Imbauan menjauh dari pantai tersebut menjadi langkah kewaspadaan BPBD, sementara data BMKG yang tersedia hingga pagi hari menunjukkan gempa M4,6 tersebut tidak disertai laporan kerusakan maupun aktivitas gempa susulan. Masyarakat diminta memperoleh informasi kebencanaan melalui kanal resmi BMKG, BPBD, dan instansi terkait serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. (wg)

Komentar