Hubungan PBNU dan PKB Meruncing, Gus satu Mulai Bertengkar dengan Gus Lainnya

Veridial
30 July 2024 23:10 WIB

Sender.co.id - Hubungan antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus meruncing. Perang urat syaraf antar tokoh-tokoh NU dan PKB terus memanas setalah PBNU berupaya untuk meluruskan arah perjalanan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sekjen PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan, akan membantuk tim lima sebagai upaya dari PBNU untuk meluruskan sejarah sekaligus mengembalikan PKB ke pemilik sahnya yakni PBNU.

Menanggapi statement tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid alias Gus Jazil merespons rencana Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang ingin merebut PKB melalui tim lima atau panitia khusus (pansus). Gus Jazil menekankan, PKB bukan badan otonom atau organisasi yang berada di bawah naungan PBNU.

"PKB bukan badan otonom PBNU. PKB berdaulat menjalankan Undang-undang Partai Politik, Undang-undang Nomor 2 Tahun 2011. Sedangkan NU berjalan dengan Undang-undang Ormas. Jadi kamarnya berbeda," kata Gus Jazil di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/7).

Ia menyebut, rencana pembentukan pansus yang diwacanakan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dinilai tidak paham konstitusi dan tata kelola organisasi, karena PKB dan PBNU merupakan dua organisasi yang beda kamar.

"Maka kisruh yang disampaikan oleh Gus Ipul itu menunjukkan tidak paham konstitusi, tidak paham tata kelola organisasi, bahkan enggak paham tata krama," cetus Gus Jazil.

Gus Jazil membantah jika PKB menjadi partai ahistoris. Ia menekankan, PKB sejak awal menyadari hubungan historis antara PKB dan NU. 

Ia menyebut, PKB juga tidak pernah mempermasalahkan jika posisi PBNU berjarak dengan seluruh partai politik, termasuk PKB.

"Meskipun faktanya, saya rasa Gus Yahya, Gus Ipul itu sering menggembosi PKB," ujar Gus Jazil.

PKB, kata Gus Jazil, juga menyayangkan sikap Gus Yahya, Gus Ipul dan sejumlah elite PBNU yang tidak menunjukkan etika keulamaan. Pasalnya, mereka ingin mengambil sesuatu yang bukan haknya.

"Jadi disayangkan organisasi yang disitu membawa didasari keulamaan, ternyata tidak menunjukkan etika keulamaan. Mau nyerobot, mau ambil alih, mau ngambil sesuatu yang bukan haknya, itu pantang bagi ulama. Itu adalah tindakan yang batil, tindakan yang tidak hak," papar Gus Jazil.

Lebih lanjut, Gus Jazil mengatakan PBNU seharusnya fokus mengurusi umat, masjid, madrasah, dan membangun komunikasi dengan PKB yang merupakan alat perjuangan politik yang lahir dari rahim PBNU. Sebab, PKB merupakan satu-satunya partai yang berbasis ahlu sunnah wal jamaah yang terbesar di parlemen. 

"PKB hari ini sedang solid-solidnya. Seluruh jajaran akan menolak siapapun yang mencoba mengintervensi, mengambil alih, atau melanggar konstitusi, melawan hukum yang berdampak pada pengambil alihan menghilangkan kedaulatan partai," pungkas Gus Jazil.

Sebelumnya, Sekjen PBNU Gus Ipul menilai saat ini elite PKB banyak membuat pernyataan yang melenceng dari fatsun awal berdirinya partai. Bahkan, ada upaya nyata dan sistematis yang dilakukan elite PKB guna menjauhkan dari struktural NU.

Menurut dia, PKB didirikan oleh struktur NU dalam hal ini PBNU hingga ke cabang, MWC, dan ranting NU. Sehingga tanpa struktur NU, PKB tidak akan pernah terbentuk.

Gus Ipul lantas mencontohkan, beberapa pernyataan elite-elite PKB yang menganggap PBNU tidak perlu didengarkan. Padahal tanpa mendengarkan PBNU, PKB terbukti gagal dalam proses pemilihan Presiden beberapa waktu lalu.

Sementara itu, tim lima yang akan dibentuk ini akan menyerupai tim lima yang pada awal reformasi dulu pernah dibentuk PBNU untuk mendirikan PKB.

Tim lima segera diwujudkan setelah mendapatkan persetujuan dari Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

 “Kita akan undang bergabung seluruh tokoh, para aktivis NU untuk dimintai pendapatnya terkait hal ini,” pungkas Gus Ipul. (*)

 

Komentar