(Anies Baswedan/istimewa)
Sender.co.id - Partai Nasdem memastikan siap berkoalisi dengan pemerintahan Prabowo-Gibran periode 2024-2029. Merapatnya Partai Nasdem berdampak pada Anies Baswedan yang gagal mengantongi dukungan NasDem untuk maju di Pilkada Jakarta.
"Enggak,
enggak ada yang kecewa, teman-teman bisa tanya ke Mas Anies," kata Ketua
DPP Partai Nasdem Willy Aditya kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan,
Jakarta, Jumat (16/8).
Menurut Willy, keputusan Nasdem tak mengusung Anies di Pilkada Jakarta sudah
melalui pertimbangan yang matang.
"Ini bukan keputusan yang ujug-ujug, ada banyak dinamika ada banyak
variabel yang semua diambil dan dibicarakan secara bersama sama dengan Mas
Anies," ungkapnya.
Anggota DPR RI fraksi Nasdem ini menyebut Anies juga sudah menyambangi markas
NasDem di Nasdem Tower, Jakarta, pada Kamis (15/8).
"NasDem itu kan rumahnya Pak Anies, jadi anytime Pak Anies datang ngobrol
berdiskusi, banyak hal yang kami bicarakan. Keputusan diambil secara
bersama-sama, bukan bertepuk sebelah tangan karena itu kultur yang dibangun Pak
Surya (Ketum NasDem Surya Paloh)," kata Willy.
Lebih
lanjut Willy memastikan keputusan tak mengusung Anies di Pilkada Jakarta adalah
hasil diskusi bersama eks Gubernur DKI Jakarta itu.
"Semua keputusan hasil dari pembicaraan yang mendalam bersama Mas
Anies," tandasnya.
Penegasan
tersebut juga disampaikan Surya Paloh usai bertemu Ketua Umum Partai Gerindra
Prabowo Subianto di kediamannya di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru,
Jakarta Selatan.
"Saya
sudah beritahu Pak Anies. Pak Anies, anda sebagai adik, ini bukan momen anda
untuk maju pada Pilkada Jakarta Raya," kata Ketua Umum Partai Nasdem Surya
Paloh pada Kamis malam (15/8).
Surya Paloh mengaku bakal mencari momentum yang tepat untuk mengusung Anies
selanjutnya. "Kita cari momentum yang lebih tepat lagi ke depannya.
Ada pemahaman itu," kata Surya Paloh.
Diketahui,
Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh menyambangi kediaman pribadi Ketua Umum
Gerindra yang juga presiden terpilih Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara IV,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
"Kami membahas beberapa masalah dan kami sepakat untuk kerja sama,
kolaborasi dengan baik," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, kolaborasi dirasa penting untuk menghadapi berbagai tantangan
ke depan.
"Saya tegaskan kembali bahwa saya sangat memandang persatuan sebagai kunci
keberhasilan bangsa," kata Prabowo.
Senada dengan Prabowo, Surya Paloh menyebut pertemuan itu lebih banyak
membicarakan nasib bangsa ke depan. Namun keduanya tidak menyinggung soal peta
politik Nasdem dan Gerindra dalam Pilkada 2024.
"Sebenarnya apa yang kami bicarakan bersama dalam diskusi yang cukup
intensif tadi, cukup lama. Semua yang punya tekat dan pikiran yang sama,"
kata Surya Paloh.
Setelah
melakukan sesi wawancara, dua ketum parpol ini berjabat tangan. Prabowo
kemudian mengantarkan Surya Paloh ke dalam mobil.
Pertemuan tersebut juga turut dihadiri Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani; Ketua
Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Sementara dari Nasdem, hadir pengurus DPP
Nasdem, Viktor Laiskodat. (*)
Komentar