Partai Demokrat Usung RMD-Jihan di Pilgub Lampung

Veridial
16 August 2024 12:09 WIB

 

Sender.co.id - Partai Demokrat akhirnya merekomendasikan Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela untuk maju di Pilgub Lampung 2024. Rekomendasi tersebut diserahkan oleh Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Kamis (15/8).

 

"Wakilnya Ibu Jihan Nurlela Chalim tidak bisa hadir karena sedang ibadah Umroh sehingga tidak bisa hadir malam ini," kata Ketua Umum Partai Demokrat AHY.

 

Dia menjelaskan bahwa Lampung adalah provinsi dengan penduduk yang besar, juga menjadi barometer ekonomi juga politik dan sosial untuk Pulau Sumatera. Oleh karena itu Demokrat berharap, Lampung bisa terus tumbuh ekonominya, semakin maju dan modern. Sekaligus semakin makmur dan sejahtera masyarakatnya. 

 

"Harapannya bisa memberikan energi muda yang positif sehingga Demokrat memberikan dukungan penuh kepada iyay Mirza yang punya pengalaman sebagai Anggota DPRD Lampung. Berpasangan dengan politisi muda yang merupakan anggota DPD RI," sambungnya.

 

Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa hampir hampir 70 persen masyarakat Lampung yang memilih Prabowo-Gibran. Oleh karena itu dirinya maju sebagai Calon Gubernur untuk mempercepat progam pemerintah pusat di Lampung.

 

"Dukungan dari Partai Demokrat ini merupakan dorongan besar bagi saya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan rakyat Lampung," pungkas Ketua Gerindra Lampung ini.

 

Komentar tentang sosok RMD diutarakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal DPP Demokrat Andi Arief. Politisi Demokrat asal Lampung tersebut menyampaikan pujian terhadap leadership Rahmat Mirzani Djausal. 

 

"Ada yang bertanya soal leadership Mirza Cagub Lampung. Saya mencontohkan hal yang kongkret, saya memimpin Persatuan Softball/baseball lampung hampir dua periode. Saya hanya mampu mendapatkan medali perunggu (PON) sebagai tahap puncak prestasi," kata Andi Arief dikutip Rmollampung.

 

Andi melanjutkan kepemimpinan dua periode dengan menghasilkan perak dan kemudian emas dalam gelaran PON.

 

"Banyak yang tidak tahu untuk perjuangan, Mirza sampai menjual harta yang dimiliki sampai perjuangan tuntas," sambungnya.

 

Menurutnya, tradisi softball dan baseball adalah kemandirian pendanaan, tanpa orang tua asuh, penuh pengorbanan material dan immaterial tetapi didukung oleh kebersamaan semua atlit dan mantan atlit serta penggemar.

"Begitulah pandangan saya soal Mirza," kata mantan pengurus dan atlit softball lampung tersebut. (*)

 

Tag

Komentar