PDIP Umumkan Paslon Pilkada Jakarta, Jabar dan Jatim di Menit Akhir

Veridial
27 August 2024 10:44 WIB


Sender.co.id - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan mengumumkan calon kepala daerah (Cakada) Gelombang IV untuk wilayah Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Jawa Timur (Jatim) pada last minutes pendaftaran Pilkada Serentak 2024. 

Adapun, batas akhir pendaftaran Pilkada Serentak pada 27-29 Agustus 2024. 

Hal itu diungkapkan Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat saat jumpa pers di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (26/8). 

“(Tanggal) 28 bisa, 29 kalau pagi boleh nggak? Khusus untuk wilayah-wilayah yang bisa langsung daftar, boleh nggak? Boleh. Sampai jam 23.59. Boleh dong,” kata Djarot. 

“Misalnya, dia pengumuman batch keempat itu tanggal 29 kita umumkan jam 10, bisa nggak daftar?” tegasnya.

Lagipula, lanjut Djarot, persyaratan pendaftaran Cakada itu bersifat administratif. Sehingga, tidak menyulitkan bagi partai untuk mempersiapkan hal tersebut meskipun mendaftar di detik-detik akhir.

“Administrasinya itu gampang. Pokoknya administrasi yang paling penting pertama adalah B1KWK-nya ada nggak. Kemudian KTP, KK, riwayat hidup. Kekurangannya menyusul karena ada waktu. Administrasi gampang,” tukasnya.

Soal apakah Anies Baswedan akan diusung justru batal diusung PDIP di Pilkada Jakarta? Djharot hanya bilang kalau Anies Baswedan datang saat pengumuman rekomendasi dukungan kepala daerah di kantor DPP Menteng, Jakarta Pusat

Djarot Saiful Hidayat menyebut, Anies datang dan bertemu dengan mantan Gubernur Banten, Rano Karno. Keduanya juga sempat berdialog.

"Pak Anies tadi kita lihat sempat datang di gedung B (DPP) bertemu sama si Doel, Bang Rano, betul enggak?" kata Djarot.

Menurut Djarot, obrolan keduanya wajar mengingat sama-sama pernah menduduki jabatan gubernur di wilayah yang berbeda. 

“Jadi, dalam rangka silaturahmi untuk membicarakan sebetulnya DKI ke depan itu seperti apa, tukar-menukar pengalaman,” lanjut Djarot. 

Namun demikian, Djarot enggan menjelaskan soal kabar yang menyebut PDIP batal mengusung Anies sebagai calon gubernur Jakarta di Pilkada tahun ini. Soal siapa yang akan diusung, Djarot menegaskan hal itu kewenangan Ketum Megawati Soekarnoputri.

“Saya belum sempat ketemu Pak Anies, jadi saya belum bertanya langsung ke Pak Anies, ya, takut salah. Itu (pengumuman dukungan) kewenangan hak prerogatif ketua umum," tutup Djarot. (*)

Tag

Komentar