PKS Dukung Anies Bikin Partai Agar Leluasa Bermanuver

Veridial
03 September 2024 11:09 WIB

Sender.co.id - Dukungan kepada Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan untuk membentuk partai politik (parpol) terus bermunculan.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mulyanto, menyatakan Anies Baswedan adalah aset umat dan bangsa Indonesia.

"Semoga dengan membentuk partai baru lebih leluasa bermanuver untuk perubahan dan kebaikan bangsa," kata Mulyanto lewat akun X miliknya, Selasa (3/9).

Mulyanto menekankan pentingnya prinsip fastabiqul khoirot atau berlomba-lomba dalam kebaikan. Ia percaya baik Anies maupun PKS adalah dua kekuatan yang dapat memberikan kontribusi besar bagi kemaslahatan umat.

Mulyanto justru menyayangkan jika terjadi perpecahan di antara kekuatan-kekuatan ini, yang justru dapat melemahkan mereka dan memberikan keuntungan bagi pihak-pihak yang tidak menginginkan kebaikan. 

"Sayang kalau berbantah-bantahan lalu saling mengerdilkan. Kekuatan kegelapan akan gembira dengan operasi politiknya," tegasnya.

Namun, kader PKS itu tetap optimis bahwa kebenaran akan terungkap dan berdoa agar mereka tetap berada di jalan yang benar.

"Namun percayalah Allah akan membongkar makar mereka dan semoga kita bukan bagian dari mereka itu," pungkasnya.

Di sisi lain, DPP Partai Golkar merepons wacana mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ingin mendirikan partai politik. 

Menurut Ketua DPP Partai Golkar TB Ace Hasan Syadzily, sudah seharusnya insan politik berpartai politik. â€śYa kalau kita berpolitik, ya harusnya sih melalui partai politik,” kata Ace kepada wartawan.

Ace menilai, Anies Baswedan tidak semestinya ingin mendapatkan kekuasaan namun enggan mengelola atau terlibat aktif di parpol. 

“Jangan hanya mau mendapatkan kekuasaannya tetapi mengelola partai politiknya tidak mau,” tegas Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI fraksi Golkar ini. 

Namun demikian, Ace menyerahkan sepenuhnya kepada Anies Baswedan apakah dia ingin mendirikan atau bergabung dengan parpol. Sebab, hal itu merupakan hak politik setiap warga negara. 

“Jadi sebaiknya menurut saya kita kembalikan itu hak siapapun untuk mendirikan partai politik,” pungkasnya. (VE)

Komentar