Puluhan Mahasiswa UIN RIL Ditipu Pemilik Kos Gadungan, Bayar 7 Juta Malah Terlantar

Veridial
06 September 2024 11:03 WIB


Sender.co.id - Puluhan mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN-RIL) menjadi korban penipuan.  Modusnya, pelaku mengaku sebagai pemilik kosan dan meminta uang pembayaran senilai Rp 7 juta per tahun.

 

Saat ini Polsek Sukarame sedang memburu pelaku yang disinyalir telah merugikan para mahasiswa atas tindak-tanduknya yang mengaku sebagai pemilik kosan. Kapolsek Sukarame Kompol M. Rohmawan saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan kasus tersebut. "Saya cari pelakunya dulu," kata Rohmawan, Jum’at (6/9).

 

Dari pengakuan salah satu korban, setidaknya ada sekitar 60 mahasiswi yang sudah ditipu.

Salah seorang korban berinisial AA, mengaku bahwa pelaku bernama Aria Putra Djayanegara.

 

Kepada korban, Aria mengaku sebagai pemilik kosan Nuo NH yang berada di Jl. Pulau Sebesi, Sukarame, AA menjelaskan, dugaan penipuan bermula saat ia mencari kosan yang dekat dengan kampus. Dirinya kemudian mendapat rekomendasi dari temannya.

 

"Saya sudah survey ke kosannya, udah ketemu sama orangnya," katanya.

Nahas, setelah melakukan pelunasan Rp 7 juta, dirinya justru tak dapat menempati kamar kosan tersebut.

 

"Saya cek lokasi bulan Mei, bulan Juli bayaran 3 kali. Tapi pas mau masuk bulan September malah gak bisa tempatin kamar," jelasnya.

 

Padahal, AA dan para korban lain sudah membawa peralatan dan barang-barang saat mendatangi kosan tersebut. Setelah diusut, menurut AA ternyata Aria Putra bukanlah pemilik kosan, melainkan hanya penjaga di kosan tersebut.

 

"Kita udah coba hubungi yang punya kosan, katanya Aria itu cuma tukang bersih-bersih gitu," jelasnya.

 

Aria Putra sendiri, menurut AA saat ini menghilang dan tak diketahui keberadaannya.

AA dan korban lainnya sudah berusaha menghubungi Aria, namun tak kunjung direspon positif.

 

Ia mengaku mengetahui jumlah korban dari sebuah grup WhatsApp yang jumlahnya lebih dari 60 orang. "Kita itu akhirnya sadar, kalo isi grup itu yang pernah bersangkutan dengan kasus yang sama," terangnya.

 

Pengakuan AA, Aria Putra Putra terakhir kali mengirimka pesan WhatsApp dua hari yang lalu. Pesan itu berisi agar dirinya tidak mendapatkan kata kasar. Kemudian niatan untuk mengembalikan uang.

 

Di pesan yang sama juga, Aria mengancam tidak bertanggung jawab jika kemudian mentalnya menjadi down karena dicecar oleh para korban. Mahasiswi yang hampir seluruhnya berasal dari luar Bandar Lampung itu mengaku telantar.

 

Mereka tak tahu harus ke mana membawa barang-barang perabotan tersebut. Sementara sebagian dari orang tua mereka tak lagi memiliki uang yang cukup untuk menyewa kosan lain. Beberapa mengaku terpaksa sempit-sempitan tinggal di kosan teman sesama mahasiswi.

 

"Di sana, kami diperlihatkan dan menerima bukti transfer kepada Aria Putra melalui beragam platform pembayaran," ungkap AA.

 

Seperti transfer melalui bank antar rekening dan melalui pembayaran digital seperti DANA.

Jumlahnya beragam, ada yang melakukan pembayaran sebanyak tiga kali, dua kali, dan semacamnya.

 

Korban lain berinisial SM mengaku sudah ada perwakilan mereka yang melapor ke Mapolsek Sukarame. "Kemarin sudah ada yang laporan, tapi ini diminta untuk melengkapi nama-nama korban," jelasnya.

 

Saat dikonfirmasi, Nurbaiti Faizah selaku pemilik kosan mengaku bahwa Aria Putra bukanlah pekerja di kosan tersebut. Aria Putra, kata Nurbaiti, merupakan seorang penghuni kosan yang juga bayar uang sewa. "Dia kos di sini," katanya.

 

Menurut pengakuan Nurbaiti, Aria Putra juga diketahui memasarkan banyak kosan di daerah Sukarame. "Dia memasarkan kosan belakang, Bawean, Sejahtera, semua Sukarame dipasarkan," jelasnya.

 

Nurbaiti sendiri mengaku tak memiliki hubungan apapun dengan Aria Putra Djayanegara.

Juga tak berkaitan dengan kasus yang sedang menimpa banyak mahasiswi atas perbuatan orang tersebut.

 

Nurbaiti pun mengaku sudah melaporkan Aria Putra ke pihak kepolisian lantaran dirinya merasa dirugikan. Menurutnya, semua pembayaran itu dilakukan langsung kepada Aria Putra.

 

"Mereka (korban) tidak konfirmasi ke saya, tidak trnsfer ke saya dan tidak berhubungan ke saya," tegasnya. (VE)

Tag

Komentar