(Bahlil Lahadalia jadi calon ketua umum Golkar/istimewa)
Sender.co.id - Rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Golkar berlangsung secepat kilat. Dalam tempo sekitar 1 jam, seluruh pimpinan Golkar di Indonesia menyepakati isi dari Rapimnas.
Dalam agenda awal, Rapimnas seharusnya dimulai pukul 10.00
WIB dan selesai pukul 13.00 WIB. Namun, agenda tersebut lebih cepat dari
jadwal. Rapimnas dimulai pukul 10.00 WIB dan selesai pukul 11.00 WIB.
Nama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia merupakan satu-satunya nama yang lolos verifikasi calon ketua umum Partai Golkar.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai
Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita dalam jumpa media Rapimnas dan Munas ke-XI
Partai Golkar, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa (20/8).
“Hanya satu nama yang lolos atau memenuhi syarat dari hasil verifikasi, caketum
hanya satu yaitu Bapak Bahlil Lahadalia,” kata Agus Gumiwang.
Agus menuturkan bahwa munas nanti akan menetapkan Bahlil Lahadalia sebagai
ketua umum.
“Kita akan segera memutuskan dan menetapkan Pak Bahlil sebagai ketua umum kita
ke depan. Pak Bahlil akan hadir di pembukaan munas insya Allah jam 16.00,”
tutupnya.
Ia menambahkan Bahlil akan menyampaikan visi-misinya pada Rabu besok (21/8).
Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan rasa syukur bahwa Rapimnas Golkar kali
ini dilaksanakan dengan baik dan cepat tanpa adanya kekisruhan.
“Alhamdulillah Rapimnas kita sudah selesai, sudah berakhir secara baik, cepat,
tetap konstitusional, tetapi tetap berdasarkan AD/ART. Alhamdulillah,” kata
Agus Gumiwang di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/8).
Agus menyebut Rapimnas kali ini merupakan yang tercepat yang pernah dilakukan
Partai Golkar. Namun, tetap tidak meninggalkan substansi dan isi dari Rapimnas
itu sendiri.
“Dan mungkin ini merupakan Rapimnas tercepat dalam sejarah Partai Golkar, tanpa mengurangi substansi yang dibahas. Dan ini menunjukkan bahwa di tengah-tengah dinamika badai apapun yang dialami oleh Partai Golkar. Partai Golkar cepat beradaptasi, Partai Golkar tetap solid. Ini buktinya,” demikian Agus Gumiwang. (*)
Komentar