Rekomendasi NasDem untuk Pilgub Lampung Jatuh ke Pelukan Iyai Mirza

Veridial
02 August 2024 12:08 WIB

Sender.co.id - DPP Nasdem akhirnya memberikan Surat Rekomendasi kepada Rahmat Mirzani Djausal sebagai bakal calon Gubernur Lampung. Surat Rekomendasi itu diserahkan oleh Ketua DPP Nasdem Willy Aditya, didampingi Anggota DPR RI Taufik Basari dan sejumlah pengurus Nasdem Lampung seperti Fauzan Sibron, Kamis (1/8).

Kedatangan Rahmat Mirzani Djausal ke sana untuk memperoleh Surat Rekomendasi dari DPP Nasdem sebagai bakal calon Gubernur Lampung.  Foto Rahmat Mirzani Djausal bersama Taufik Basari dengan Surat Rekomendasi diunggah oleh kader Gerindra, Wahrul Fauzi Silalahi di Instagramnya.

"Dengan ini kami menyampaikan Surat Rekomendasi Partai Nasdem, yang belum berpasangan, silakan mencari yang terbaik," kata Willy Aditya.

Lalu bagaimana nasib Herman HN Setelah turunnya Surat Rekomendasi Nasdem untuk Rahmat Mirzani Djausal? Menurut Pengamat Politik Universitas Lampung (Unila) Darmawan Purba, Herman HN masih punya peluang di Pilgub Lampung. Meski rekomendasi ke Mirza, menurutnya bisa saja kemungkinan berubah. Pasalnya, politik itu dinamis.

"Kita punya pengalaman Arinal punya rival internal Golkar yakni Hanan A Rozak dengan kampanye yang masif sehingga masyarakat menduga kesempatan Arinal maju lewat Golkar sudah selesai. Tapi faktanya sekarang Arinal yang mendapatkan Surat Instruksi," kata Darmawan, dikutip rmollampung.

Dia menilai, jika Surat Rekomendasi itu sudah final, maka upaya pencalonan Herman HN lewat Nasdem jadi terhalang. Tapi masih ada 25 hari ke depan untuk melihat dinamika yang sesungguhnya.

"Bisa saja kondisinya sebaliknya. Atau malah ada kejutan lain," kata Sekretaris Jurusan Ilmu Pemerintahan Unila ini.

Dia menjelaskan, pada konteks elektoral, Gerindra adalah partai pemenang di Lampung. Jika dibandingkan dengan partai papan tengah dengan 9-11 kursi, memang posisi gubernur porsinya Gerindra. 

"Partai lain porsinya untuk wakil. Kalau bicara sosok, aspek pengalaman, usia, atau tingkat keterpilihan bisa saja mengabaikan aspek elektoral tersebut untuk di posisi gubernur," sambungnya.

Tapi, lanjut Darmawan, Surat Rekomendasi ini bagian dari komunikasi politik partai dari daerah sampai pusat. Melihat dari Rekomendasi ini masih tunggal tanpa calon wakil gubernur, bisa jadi ini kode kerjasama dengan asumsi wakilnya dari Nasdem.

"Tidak menutup kemungkinan Herman HN jadi wakilnya Mirza, karena sebelumnya ada opsi dengan Jihan, Umar. Mungkin ini adalah opsi selanjutnya yang ditempuh oleh Mirza," ujarnya

Bis saja, kata Darmawan, Nasdem meminta wakil gubernurnya adalah kader mereka. Dan sejauh ini, kader Nasdem yang potensial, punya elektabilitas yang bisa membantu kemenangan Mirza adalah Herman HN.

"Soal apakah Herman HN berkenan jadi wakil, itu tergantung dari Nasdem. Itu bagian dari strategi dan kebijakan partai," pungkasnya. (*)

Komentar