Ribuan Petani Singkong Lampung Timur Protes, Ancam Tutup Pabrik jika Tuntutan tak Dipenuhi

Veridial
23 December 2024 17:24 WIB

Sender.co.id - Ribuan Petani Singkong di Kabupaten Lampung Timur, menggelar aksi protes terhadap anjloknya harga singkong di Provinsi Lampung. Aksi damai paguyuban petani singkong itu berlangsung di halaman Kantor Bupati Lampung Timur pada Senin, (23/12/2024)

Ketua Paguyuban Petani Singkong Lampung Timur Maradoni menyampaikan tuntutan mereka untuk menaikkan harga singkong menjadi Rp1.890 per kilogram agar petani sejahtera. Mardoni cs juga memperingatkan jika tuntutan tersebut diabaikan maka para petani singkong tak segan melakukan penutupan terhadap pabrik-pabrik yang beroperasi.

"Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, kami tidak segan-segan untuk menutup pabrik-pabrik tapioka," tegas Mardoni dalam orasinya.

Petani mengharapkan pemerintah daerah dan DPRD mengambil langkah nyata untuk melindungi hak mereka.

Bupati Lampung Timur M. Dawam Rahardjo yang hadir dalam aksi tersebut, menyatakan keprihatinannya terhadap penurunan harga singkong. Dawam berjanji akan memperjuangkan aspirasi petani kepada para pengusaha serta pemerintah provinsi.

Petani berharap agar pemerintah segera menanggapi tuntutan mereka, para petani menyatakan kesiapan untuk mengintensifkan aksi jika permasalahan tidak segera ditangani.

Situasi ini mencerminkan kegelisahan petani singkong di Lampung Timur yang sedang berjuang untuk mendapatkan keadilan harga dan perlindungan kesejahteraan mereka. Pemerintah diharapkan bertindak cepat untuk mencegah konflik lebih lanjut.

Adapun poin-poin tuntutan petani dalam aksi di Pemkab Lampung Timur diantaranya, kenaikan harga singkong menjadi Rp 1.890 per kilogram, potongan berat singkong maksimal 10 persen.

Kemudian, penghapusan praktik pungutan liar (pungli) terhadap sopir pengangkut singkong, pembenahan sistem timbangan di pabrik tapioka yang merugikan petani dan pengawasan ketat dari pemerintah pusat terhadap pabrik-pabrik tapioka di wilayah tersebut. (VE)

Komentar