Sampah di Lampung Selatan Capai 368,29 Ton per Hari, Mitra Bentala: Perlu Strategi Pengelolaan

Veridial
10 January 2025 15:27 WIB

Sender.co.id - Mitra Bentala bersama perwakilan Desa Kelawi dan Desa Maja, mengadakan audiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk membahas pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Jumat (10/1/2025).

 

Mashabi dari Mitra Bentala mengatakan, tujuan audensi untuk membangun komunikasi yang efektif antara pemerintah desa dan DLH, serta menciptakan sinergi dalam upaya pengelolaan sampah di Bumi Ragom Mufakat.

 

"Saat ini jumlah sampah di kabupaten Lamsel sebanyak 368,29 ton per hari dan selalu meningkat tiap tahunnya," kata Mashabi.

 

Kepala Bidang Persampahan DLH Lamsel Yuliyan Putra, menyambut baik inisiatif kedua desa dan Mitra Bentala dan mendukung penuh upaya pengelolaan sampah yang dilakukan Desa Maja dan Desa Kelawi.

 

DLH juga akan berusaha memberikan dukungan yang maksimal untuk memastikan program ini berjalan sesuai dengan kebijakan dan regulasi pemerintah.

 

Hal sama dikatakan Kabid penataan longkungan DLH Lamsel Evran, bahwa pelatihan pengelolaan sampah terus dilakukan secara bertahap.

 

Kegiatan audiensi, diharapkan menjadi langkah awal yang solid untuk menciptakan pengelolaan sampah lebih efektif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan

 

“Kami berharap pelatihan ini dapat segera dilakukan di Desa Maja dan Desa Kelawi dalam waktu dekat, sehingga pengelolaan sampah di desa-desa ini semakin optimal,” ujar Evran..

 

Sekretaris Desa Maja Ahmad Yadi dan Sekretaris Desa Kelawi Kusnan Riyanto,  memaparkan kedua desanya telah memulai pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot dan menerapkan pengelolaan sampah dengan mengembangkan Bank Sampah.

 

"Saat ini, kami aktif menggerakkan aksi bersih-bersih lingkungan," ujar Ahmad Yadi diamini Kusnan Riyanto.

 

Anggota Destana Desa Maja Dessi Budiarti sekaligus pembudidaya maggot, mengungkapkan harapannya agar DLH dapat mendukung pengembangan pengelolaan sampah di desa, termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di laut. (*)

Komentar