(Tim Walz Cawapres pendamping Kemala Harris di Pilpres AS/Kompas)
Sender.co.id – Tim Walz akhirnya dipilih sebagai calon wakil presiden AS dari Partai Demokrat, Kamala Harris memilih Gubernur Minnesota tersebut untuk menjadi pasangannya di Pilpres AS 2024.
Pengumuman
itu Kamala Harris sampaikan melalui unggahan di akun media sosialnya,
@kamalaharris pada Selasa (6/8/2024). "Saya bangga mengumumkan bahwa saya
telah meminta Tim Walz untuk menjadi pasangan saya," tulis Kamala.
Dia
menuturkan, latar belakang Tim Walz yang berasal dari keluarga kelas menengah
dan pencapaiannya sebagai pemimpin Minnesota menjadi alasan pria itu terpilih
sebagai cawapres. Kamala Harris dan Tim Walz akan mengikuti Pemilu AS 2024 pada
Selasa (5/11/2024). Mereka akan melawan pasangan dari Partai Republik, Donald
Trump dan JD Vance. Lantas, siapa itu Tim Walz, cawapres pasangan Kamala Harris
pada Pemilu AS 2024?
Timothy James Walz atau Tim Walz lahir pada 6 April 1964 di Nebraska, AS. Dia
dan istrinya, Gwen Walz memiliki dua anak. Diberitakan BBC, Selasa (6/8/2024),
Walz bergabung dengan pasukan tentara Garda Nasional Angkatan Darat pada usia
17 tahun. Dia bertugas selama 24 tahun.
Sebagai lulusan pendidikan, dia lalu mengajar selama satu tahun di China.
Setelah kembali ke AS, dia pun menjadi guru dan pelatih sepak bola Amerika di
Mankato West High School. Sebagai pelatih, dia mengantarkan sekolah meraih
kejuaraan negara bagian pertamanya. Walz terjun ke politik pada 2006 sebagai
anggota DPR mewakili distrik pedesaan perbatasan dengan Iowa, South Dakota, dan
Wisconsin.
Dia lalu
terpilih sebagai gubernur Minnesota pada 2018 dan memenangkan masa jabatan
keduanya empat tahun kemudian. Sebagai gubernur, dia menyetujui program
pembiayaan kuliah bagi siswa berpenghasilan rendah, menyediakan sarapan dan
makan siang gratis di sekolah umum, melegalkan ganja rekreasi bagi orang
dewasa, dan memperluas perlindungan pekerja.
Sayangnya, masa jabatan Walz diwarnai oleh pandemi Covid-19 dan protes atas
pembunuhan warga kulit hitam George Floyd oleh polisi. Walz juga dipandang
sebagai pembela hak aborsi dan pendukung perlindungan iklim, dikutip dari Al
Jazeera, Selasa.
Sebagai
pejabat yang dikenal pro-Israel, Walz pernah memerintahkan pengibaran bendera
setengah tiang sebagai bentuk solidaritas setelah serangan Hamas ke Israel pada
7 Oktober 2024. Namun, dia penah memberikan suara untuk memprotes langkah
Presiden AS Joe Biden yang memberikan dukungan tanpa syarat kepada Israel. (*)
Komentar