Siapa Sebenarnya Tim Walz, Pasangan Harris di Pilpres AS?

Veridial
07 August 2024 14:35 WIB

Sender.co.id – Tim Walz akhirnya dipilih sebagai calon wakil presiden AS dari Partai Demokrat, Kamala Harris memilih Gubernur Minnesota tersebut untuk menjadi pasangannya di Pilpres AS 2024.

 

Pengumuman itu Kamala Harris sampaikan melalui unggahan di akun media sosialnya, @kamalaharris pada Selasa (6/8/2024). "Saya bangga mengumumkan bahwa saya telah meminta Tim Walz untuk menjadi pasangan saya," tulis Kamala.

Dia menuturkan, latar belakang Tim Walz yang berasal dari keluarga kelas menengah dan pencapaiannya sebagai pemimpin Minnesota menjadi alasan pria itu terpilih sebagai cawapres. Kamala Harris dan Tim Walz akan mengikuti Pemilu AS 2024 pada Selasa (5/11/2024). Mereka akan melawan pasangan dari Partai Republik, Donald Trump dan JD Vance. Lantas, siapa itu Tim Walz, cawapres pasangan Kamala Harris pada Pemilu AS 2024?

Timothy James Walz atau Tim Walz lahir pada 6 April 1964 di Nebraska, AS. Dia dan istrinya, Gwen Walz memiliki dua anak. Diberitakan BBC, Selasa (6/8/2024), Walz bergabung dengan pasukan tentara Garda Nasional Angkatan Darat pada usia 17 tahun. Dia bertugas selama 24 tahun.

Sebagai lulusan pendidikan, dia lalu mengajar selama satu tahun di China. Setelah kembali ke AS, dia pun menjadi guru dan pelatih sepak bola Amerika di Mankato West High School. Sebagai pelatih, dia mengantarkan sekolah meraih kejuaraan negara bagian pertamanya. Walz terjun ke politik pada 2006 sebagai anggota DPR mewakili distrik pedesaan perbatasan dengan Iowa, South Dakota, dan Wisconsin.

 

Dia lalu terpilih sebagai gubernur Minnesota pada 2018 dan memenangkan masa jabatan keduanya empat tahun kemudian. Sebagai gubernur, dia menyetujui program pembiayaan kuliah bagi siswa berpenghasilan rendah, menyediakan sarapan dan makan siang gratis di sekolah umum, melegalkan ganja rekreasi bagi orang dewasa, dan memperluas perlindungan pekerja.

Sayangnya, masa jabatan Walz diwarnai oleh pandemi Covid-19 dan protes atas pembunuhan warga kulit hitam George Floyd oleh polisi. Walz juga dipandang sebagai pembela hak aborsi dan pendukung perlindungan iklim, dikutip dari Al Jazeera, Selasa.

 

Sebagai pejabat yang dikenal pro-Israel, Walz pernah memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang sebagai bentuk solidaritas setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2024. Namun, dia penah memberikan suara untuk memprotes langkah Presiden AS Joe Biden yang memberikan dukungan tanpa syarat kepada Israel. (*)

Tag

Komentar