Situs Purbakala Pugung Raharjo di Lampung: Piramida yang tak Sengaja

Veridial
02 August 2024 15:13 WIB

Sender.co.id - Taman Purbakala Pugung Raharjo adalah sebuah situs purbakala yang terletak di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.


Tempat ini merupakan peninggalan zaman megalitikum, Hindu-Buddha, hingga masa peradaban Islam. Salah satu ciri khas dari situs ini adalah adanya punden berundak, yang menyerupai bentuk piramida seperti yang ada di Mesir.

 

Situs ini pertama kali ditemukan pada tahun 1957 oleh penduduk setempat, yang sebagian besar merupakan warga transmigran. Temuan awal dilaporkan oleh Barno Raharjo, Sardi, Karjo, Kodiran, dan Sawal kepada Dinas Purbakala. Salah satu temuan awal yang penting adalah arca Bodhisatwa yang menandakan pengaruh Hindu-Buddha.

 

Penelitian lebih lanjut dilakukan pada tahun 1968 oleh Drs. Buchori dari Lembaga Purbakala, dan kemudian pada tahun 1973, lembaga tersebut bekerja sama dengan Pennsylvania Museum University untuk mendokumentasikan situs ini.

 

Penelitian terus berlanjut hingga akhirnya pada tahun 1977, Haris Sukendar menemukan batu berlubang dan bergores di area tersebut. Ekskavasi lebih lanjut pada tahun 1980 memperkirakan luas kompleks megalitik ini sekitar 25 hektar. Pemugaran situs dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perlindungan dan Pembinaan Sejarah dan Purbakala antara tahun 1977 hingga 1984.

 

Punden berundak yang ditemukan di situs ini, terutama yang terbesar di bagian timur, memiliki tiga undakan yang dikelilingi oleh parit kecil. Selain itu, terdapat juga benteng parit primitif sepanjang 1,2 kilometer yang diyakini dulunya berisi air dari sumber di sisi timur situs. Masyarakat setempat percaya bahwa mandi dengan air dari parit ini dapat membuat seseorang awet muda.

 

Selain sebagai objek penelitian bangunan bersejarah, Taman Purbakala Pugung Raharjo juga menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik. Pengunjung bisa belajar tentang warisan budaya yang ada sambil menikmati pemandangan asri di sekitar situs yang terletak di tengah perkebunan jagung, jauh dari pemukiman warga. (DY)

 

Sc: regionalkompas

Komentar