(Arinal Djunaidi - Sutono mendaftar ke KPU Provinsi Lampung sebagai Cagub dan Cawagub yang diusung PDI Perjuangan)
Sender.co.id – Keputusan Partai Golkar mengalihkan dukungan di Pilgub Lampung untuk pasangan Rahmat Mirzani Djausal – Jihan Chalim, membuat Ketua DPD Partai Golkar Lampung Arinal Djunaidi merapat ke PDI Perjuangan sebagaii Cagub bersama Sutono sebagai Cawagub.
Akrobat politik yang dipertontonkan
tokoh publik di provinsi ini layaknya roller coaster. Sebab publik dikejutkan
dengan beralihnya dukungan Golkar ke Mirza – Jihan, publik menduga hal itu tak
terlepas dari konstelasi politik di tubuh Golkar yang kini berada dalam besutan
Bahlil Lahadalia.
Kemarin, dengan mengenakan seragam hitam-hitam, Arinal – Sutono tiba di Kantor
KPU Provinsi Lampung didampingi pejabat di PDI-P dengan disambut beberapa
pengurus KPU. Tanpa arak-arakan, pasangan ini melakukan pendaftaran ke KPUD
Lampung.
Arinal Djunaidi mengatakan keyakinannya dalam memenangkan pertarungan di Pilgub
Lampung. Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PDI-P,
Megawati yang telah memberikan rekomendasi sebagai calon gubernur Lampung.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden
Republik Indonesia bapak Joko Widodo dan Presiden Republik Indonesia terpilih
bapak Prabowo, dan yang kami hormati dan kami banggakan kepada presiden ke-5
Ibu Megawati sekaligus sebagai ketua umum PDIP yang dimana pada kesempatan ini
kami diberikan kesempatan untuk menjadi salah satu calon gubernur
2024-2029," katanya.
Arinal juga menyampaikan bersama Sutono akan melanjutkan
program kerjanya selama menjabat Gubernur Lampung."Pada prinsipnya,
program kerja yang sudah baik akan dilanjutkan. Kemudian akan ditambahkan lagi
dengan program kerja yang baru untuk masyarakat Lampung," jelasnya.
Ditambahkan Sutono, program kerja yang akan ditambahkan dari program kerja
Arinal selaku menjabat Gubernur Lampung yakni mensinergikan program kerja
pemerintah pusat dipemerintahan Prabowo - Gibran.
"Tentang visi misi tentu saja sudah dituangkan untuk ke arah apa, kita
mempercepat terwujudnya masyarakat Lampung adil makmur dan sejahtera. Kita
sudah tahu Pak Prabowo sebagai Presiden nantinya dan Pak Gibran Wapresnya,
program dari pusat sudah jelas dan itu akan kita meltingkan, kita gabungkan
dengan program pemerintah pusat dengan program Pak Gubernur kemarin untuk
lanjut penekanan ekonomi kerakyatan inilah yang membangun Lampung maju
sejahtera," tambahnya.
Pada bagian lain, Partai Golkar Lampung angkat bicara terkait Ketua DPD Arinal Djunaedi mendaftar sebagai calon Gubernur Lampung 2024 melalui PDI Perjuangan ke KPU pada Kamis sore, 29 Agustus 2024.
Golkar Lampung hendak mempertegas sikapnya terkait pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung. Meski Arinal masih berstatus sebagai Ketua, Sekretaris Golkar Lampung Ismet Roni memastikan tidak akan ada kadernya yang mendampingi Arinal Djunaidi dan Sutono saat mendaftar ke KPU Lampung.
Ismet mengatakan, keputusan Golkar mengusung Mirza-Jihan adalah keputusan DPP.
Maka seluruh kader Golkar wajib patuh terhadap putusan tersebut. "Keputusan ini harus saya laksanakan, dan semua kader Golkar harus melaksanakan putusan itu," tegas Ismet Roni.
Menurutnya, sikap tegas ini menunjukkan bahwa Golkar Lampung bersikap solid dalam mendukung pasangan Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela, tanpa ada celah bagi perbedaan pandangan di internal partai.
Ditanya soal majunya Arinal di Pilgub melalui PDIP, Ismet menjelaskan bahwa Arinal memiliki hak konstitusional untuk menentukan pilihan politiknya. "Pak Arinal punya hak konstitusi untuk memilih hak politik, itu haknya dia," tuturnya.
Terkait posisi Arinal di Golkar, Ismet menegaskan bahwa kewenangan penuh ada pada DPP. "Secara de facto, Pak Arinal masih menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Lampung, namun proses selanjutnya berada di tangan DPP, kalau sanksi, itu kewenangan DPP, pasti secepatnya akan diproses," ujarnya.
Ditanya apakah nanti, akan ikut mendampingi, Ismet menegaskan tidak, karena tidak diperbolehkan. "Kami tidak bisa mendampingi Pak Arinal saat pendaftaran ke KPU. Kita harus tegak lurus dengan keputusan DPP, dan dapat dipastikan tidak ada kader Golkar yang mendampingi Arinal mendaftar," tandasnya. (*)
Komentar