21 Bulan Memimpin, Prabowo Ungkap 121 Kebijakan Transformatif Pemerintah

Divson
14 August 2026 16:42 WIB

Sender.co.id –  Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah capaian pemerintah selama 21 bulan masa kepemimpinannya dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

 

Dalam pidato kenegaraan tersebut, Prabowo menyebut pemerintah telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif dalam kurun 21 bulan atau 663 hari sejak dirinya mulai memimpin pemerintahan. Menurutnya, kebijakan tersebut diarahkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa, termasuk sejumlah masalah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

 

“Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk masalah-masalah negara,” kata Prabowo dalam pidatonya.

 

Prabowo mengatakan jumlah tersebut secara rata-rata menunjukkan adanya satu kebijakan transformatif yang diputuskan pemerintah setiap lima hari. Ia juga menekankan bahwa berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah melakukan perubahan dan menyelesaikan persoalan yang dinilai sulit dituntaskan pada periode-periode sebelumnya.

 

Salah satu capaian yang disampaikan Prabowo berkaitan dengan sektor pangan. Ia menyebut pemerintah telah melakukan penyederhanaan aturan penyaluran pupuk. Sebanyak 145 aturan penyaluran pupuk disebut telah dihilangkan, sementara harga pupuk berhasil diturunkan sebesar 20 persen.

 

Menurut Prabowo, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat swasembada pangan. Pemerintah juga mengklaim telah mencapai swasembada pangan dalam waktu satu tahun melalui sejumlah kebijakan di sektor pertanian dan pangan.

 

Di sektor energi, Prabowo turut menyampaikan capaian pemerintah dalam produksi bahan bakar minyak. Ia mengatakan Indonesia mulai 1 Juli 2026 tidak lagi mengimpor solar karena telah mampu memproduksi diesel berbasis B50 dari kelapa sawit.

 

Kebijakan tersebut, menurut Prabowo, membuat pemerintah dapat menghemat devisa sekitar Rp170 triliun atau sekitar 9,5 miliar dolar AS. Capaian tersebut disebut sebagai salah satu langkah menuju kemandirian energi nasional.

 

Selain pangan dan energi, pemerintah juga memaparkan perkembangan investasi. Prabowo menyebut realisasi investasi Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja. Sementara hingga semester pertama 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp1.010 triliun dengan penciptaan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.

 

Prabowo juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 mencapai 5,61 persen, sementara pertumbuhan ekonomi pada semester pertama 2026 mencapai 5,45 persen. Ia optimistis pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2026 dapat mencapai 6 persen apabila pemerintah mampu mempertahankan kebijakan yang tepat dan rasional.

 

Dalam pidatonya, Prabowo turut menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG), hilirisasi, bantuan sosial, hingga penguatan ekonomi hijau. Pemerintah, kata dia, terus mendorong agar kebijakan ekonomi hijau tidak hanya berorientasi pada pengurangan emisi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

 

“Ekonomi hijau harus memberi manfaat kepada rakyat kita. Kita bangun, tetapi harus menciptakan nilai tambah bagi rakyat kita,” ujar Prabowo.

 

Prabowo juga menegaskan pemerintah masih memiliki sejumlah pekerjaan yang harus dilanjutkan pada sisa masa pemerintahan. Berbagai kebijakan transformatif yang telah dijalankan, menurutnya, menjadi bagian dari upaya membangun fondasi Indonesia yang lebih mandiri, berdaulat, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (it/dv)

Komentar