Paskibraka Jawa Tengah 2026 tetap menyiapkan 45 putra-putri dari 35 kabupaten/kota untuk bertugas pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Namun, efisiensi anggaran membuat peserta tak lagi menginap di hotel dan dipindahkan ke asrama BPSDMD Jawa Tengah. Anggaran yang sebelumnya di atas Rp1 miliar kini tersedia sekitar Rp500 jutaâRp600 juta. Foto: Kompas.com
Sender.co.id â Efisiensi anggaran berdampak pada penyelenggaraan Paskibraka Provinsi Jawa Tengah 2026. Anggaran yang sebelumnya diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 miliar kini hanya tersedia sekitar Rp500 juta hingga Rp600 juta.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah Harso Susilo membenarkan adanya penyesuaian anggaran tersebut. Menurutnya, kebutuhan penyelenggaraan Paskibraka Jateng sebenarnya berada di atas Rp1 miliar, tetapi anggaran yang tersedia tahun ini jauh lebih rendah.
âIya signifikan banget. Kebutuhan Paskibra Jateng di atas Rp1 miliar lebih, kami adanya Rp500 juta-Rp600 juta,â ujar Harso Susilo.
Kondisi tersebut membuat panitia harus menyesuaikan sejumlah kebutuhan selama masa pemusatan latihan. Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah fasilitas penginapan bagi para peserta.
Jika sebelumnya anggota Paskibraka menginap di hotel, tahun ini 45 anggota Paskibraka Jawa Tengah ditempatkan di asrama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jawa Tengah. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari efisiensi anggaran.
Selain akomodasi, durasi pemusatan latihan juga diperpendek. Jadwal kegiatan dibuat lebih padat dengan latihan pada pagi dan sore hari, sementara waktu malam dimanfaatkan untuk pembekalan teori, penguatan karakter, serta wawasan kebangsaan.
Meski anggaran mengalami pemangkasan cukup besar, jumlah anggota Paskibraka tidak ikut dikurangi. Sebanyak 45 putra-putri dari 35 kabupaten/kota tetap dipertahankan untuk menjalankan tugas pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Harso menjelaskan, sejumlah kebutuhan utama seperti konsumsi dan seragam tetap menjadi prioritas dalam penggunaan anggaran. Penyesuaian kemudian dilakukan pada beberapa fasilitas pendukung, termasuk akomodasi dan durasi kegiatan.
Efisiensi anggaran tersebut menunjukkan adanya perubahan pola penyelenggaraan Paskibraka Jawa Tengah tahun ini. Meski fasilitas disesuaikan, pemerintah daerah tetap mempertahankan jumlah personel yang akan bertugas dalam upacara kemerdekaan.
Dengan anggaran yang lebih terbatas, penyelenggara dituntut mengatur kebutuhan secara lebih efisien agar proses pembinaan dan persiapan 45 anggota Paskibraka tetap berjalan hingga pelaksanaan upacara pada 17 Agustus 2026. (wg)
Komentar