Konsultan Radiologi Muskuloskeletal Indonesia, dr. Paulus Rahardjo, memperkenalkan OsteoCloud dari Biomedica pada ajang PITNAS 2024 yang digelar PEROSI
Sender.co.id - OsteoCloud, inovasi terbaru dari Biomedica,
menawarkan solusi terobosan dalam deteksi dini osteoporosis. Selama ini,
osteoporosis dikenal sebagai 'Si Pembunuh Senyap' karena gejalanya yang tidak
terlihat hingga kondisi memburuk.
"Kemajuan teknologi telah melahirkan algoritma
Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI), yang mampu mendeteksi
osteoporosis melalui foto sinar-x biasa dari bagian tulang panggul. Teknologi
ini memungkinkan diagnosis osteoporosis dengan cepat dan relatif murah
dibandingkan teknologi sebelumnya,” kata dr. Paulus, dalam keterangannya,
Minggu (8/9).
Osteoporosis masuk dalam daftar 10 penyakit
degeneratif utama di dunia menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Terdapat
200 juta penderita osteoporosis secara global, yang diprediksi terus meningkat
seiring penuaan populasi dan faktor risiko seperti kekurangan vitamin D serta
kurangnya aktivitas fisik.
Dari berbagai fakta itu, Perhimpunan Osteoporosis
Indonesia (PEROSI) menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional (PITNAS)
2024 untuk memperkenalkan pendekatan baru dalam pemeriksaan osteoporosis pada
akhir Agustus lalu.
Salah satu sesi menarik adalah 'The Role of
Artificial Intelligence in Future Diagnostic for Osteoporosis' yang disampaikan
oleh dr. Paulus Rahardjo. Konsultan Radiologi Muskuloskeletal Indonesia
tersebut, dalam presentasinya, memperkenalkan tentang OsteoCloud dari
Biomedica, sebuah inovasi yang menjanjikan solusi untuk diagnosis cepat,
deteksi dini, dan screening massal osteoporosis di Indonesia.
Ia menjelaskan osteoporosis tidak memiliki gejala
yang jelas, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka menderita
osteoporosis sampai mereka mengalami patah tulang. Patah tulang bisa sangat
mengubah hidup, menyebabkan rasa sakit, cacat, dan kehilangan kemandirian.
Itulah mengapa penting untuk mendiagnosis osteoporosis sebelum menyebabkan
patah tulang.
Solusi Inovatif Diagnosis Osteoporosis
Perkembangan pesat teknologi AI dan integrasinya ke dalam dunia kedokteran, menciptakan transformasi dalam metode perawatan. Tidak terkecuali dalam deteksi dini osteoporosis.
OsteoCloud dari Biomedica adalah salah satu pioneer penggunaan teknologi AI tersebut dalam melakukan deteksi dini osteoporosis. Beberapa manfaat dari penggunaan OsteoCloud sebagai perangkat diagnosis osteoporosis di fasilitas kesehatan adalah sebagai berikut:
- Biaya yang jauh lebih murah dibanding DEXA BMD,
memastikan aksesibilitas yang lebih baik.
- Penyelenggara pelayanan kesehatan, seperti Klinik
Ortopedi, hanya butuh perangkat digital X-ray (bahkan yang sudah ada
sebelumnya) untuk dapat menggunakan OsteoCloud.
- Hanya membutuhkan waktu 6 detik untuk mendapatkan
hasil pengukuran dengan tingkat akurasi 96% terhadap DEXA sebagai golden
standard pemeriksaan BMD.
- Mampu digunakan untuk melayani 160 pasien setiap
hari.
- Fokus pengukuran di area pinggul (Hip Area), sesuai
dengan rekomendasi WHO.
- OsteoCloud mampu mengukur T-score dan Z-score,
sehingga dapat mendeteksi osteoporosis pada individu berisiko di tingkat usia
yang beragam.
Cara Kerja OsteoCloud
OsteoCloud dirancang untuk menyederhanakan proses deteksi dan diagnosis osteoporosis. Mula-mula, OsteoCloud akan melakukan penilaian terhadap hasil pencitraan X-ray yang telah dilakukan sebelumnya, kemudian melanjutkan analisis dan mengidentifikasi indikator utama kepadatan tulang dan perubahan struktural yang terkait dengan osteoporosis.
Setelah itu, OsteoCloud secara otomatis akan membuat laporan komprehensif yang merinci status kepadatan tulang pasien. Laporan yang dihasilkan kemudian diberikan kepada dokter untuk ditinjau dan menetapkan diagnosis. Semua proses tersebut dilakukan hanya dalam waktu 6 detik.
Dengan mekanisme yang sederhana tersebut, para staf atau petugas pelayanan kesehatan tidak memerlukan pelatihan khusus dalam pengoperasiannya.
Selain itu, fasilitas kesehatan yang akan
memanfaatkan OsteoCloud tidak perlu menambah modalitas tambahan. Dengan kata
lain hanya menggunakan fasilitas Digital X-Ray yang sudah ada, sehingga sangat
memudahkan untuk diadopsi di berbagai jenis Fasilitas Kesehatan.
Cocok Diterapkan di Indonesia
Prevalensi osteoporosis di Indonesia adalah 19,7% yang berarti 2 dari 5 orang Indonesia berisiko Osteoporosis. Jumlah yang sudah tergolong harus diwaspadai tersebut mendesak hadirnya program penanganan yang lebih luas, salah satu yang utama, tentu saja, adalah screening yang mampu mencakup sebagian besar populasi.
Desakan tersebut, semakin membuat kehadiran OsteoCloud di berbagai pelayanan kesehatan penting untuk segera diwujudkan. Sebagai metode sekaligus alat deteksi dini, Osteocloud dengan kemampuan melayani 160 pasien per hari dan dengan biaya yang lebih terjangkau.
Bukan hanya menjamin
tingkat akses yang lebih luas, namun juga memungkinkan untuk dimanfaatkan
sebagai fasilitas dalam screening Osteoporosis berskala nasional (National Mass
Screening) di Indonesia. (AL)
Komentar