Biomedica Memperkenalkan OsteoCloud Teknologi AI Yang Dapat Mendeteksi Dini Osteoporosis Hanya Dalam 6 Detik

Sender Universe
08 September 2024 16:55 WIB

Sender.co.id - OsteoCloud, inovasi terbaru dari Biomedica, menawarkan solusi terobosan dalam deteksi dini osteoporosis. Selama ini, osteoporosis dikenal sebagai 'Si Pembunuh Senyap' karena gejalanya yang tidak terlihat hingga kondisi memburuk.

 

"Kemajuan teknologi telah melahirkan algoritma Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI), yang mampu mendeteksi osteoporosis melalui foto sinar-x biasa dari bagian tulang panggul. Teknologi ini memungkinkan diagnosis osteoporosis dengan cepat dan relatif murah dibandingkan teknologi sebelumnya,” kata dr. Paulus, dalam keterangannya, Minggu (8/9).

 

Osteoporosis masuk dalam daftar 10 penyakit degeneratif utama di dunia menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Terdapat 200 juta penderita osteoporosis secara global, yang diprediksi terus meningkat seiring penuaan populasi dan faktor risiko seperti kekurangan vitamin D serta kurangnya aktivitas fisik.

 

Dari berbagai fakta itu, Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional (PITNAS) 2024 untuk memperkenalkan pendekatan baru dalam pemeriksaan osteoporosis pada akhir Agustus lalu.

 

Salah satu sesi menarik adalah 'The Role of Artificial Intelligence in Future Diagnostic for Osteoporosis' yang disampaikan oleh dr. Paulus Rahardjo. Konsultan Radiologi Muskuloskeletal Indonesia tersebut, dalam presentasinya, memperkenalkan tentang OsteoCloud dari Biomedica, sebuah inovasi yang menjanjikan solusi untuk diagnosis cepat, deteksi dini, dan screening massal osteoporosis di Indonesia.

 

Ia menjelaskan osteoporosis tidak memiliki gejala yang jelas, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka menderita osteoporosis sampai mereka mengalami patah tulang. Patah tulang bisa sangat mengubah hidup, menyebabkan rasa sakit, cacat, dan kehilangan kemandirian. Itulah mengapa penting untuk mendiagnosis osteoporosis sebelum menyebabkan patah tulang.

 

Solusi Inovatif Diagnosis Osteoporosis

Perkembangan pesat teknologi AI dan integrasinya ke dalam dunia kedokteran, menciptakan transformasi dalam metode perawatan. Tidak terkecuali dalam deteksi dini osteoporosis.

OsteoCloud dari Biomedica adalah salah satu pioneer penggunaan teknologi AI tersebut dalam melakukan deteksi dini osteoporosis. Beberapa manfaat dari penggunaan OsteoCloud sebagai perangkat diagnosis osteoporosis di fasilitas kesehatan adalah sebagai berikut: 

  • Biaya yang jauh lebih murah dibanding DEXA BMD, memastikan aksesibilitas yang lebih baik.
  • Penyelenggara pelayanan kesehatan, seperti Klinik Ortopedi, hanya butuh perangkat digital X-ray (bahkan yang sudah ada sebelumnya) untuk dapat menggunakan OsteoCloud.
  • Hanya membutuhkan waktu 6 detik untuk mendapatkan hasil pengukuran dengan tingkat akurasi 96% terhadap DEXA sebagai golden standard pemeriksaan BMD.
  • Mampu digunakan untuk melayani 160 pasien setiap hari.
  • Fokus pengukuran di area pinggul (Hip Area), sesuai dengan rekomendasi WHO.
  • OsteoCloud mampu mengukur T-score dan Z-score, sehingga dapat mendeteksi osteoporosis pada individu berisiko di tingkat usia yang beragam.

 

Cara Kerja OsteoCloud

OsteoCloud dirancang untuk menyederhanakan proses deteksi dan diagnosis osteoporosis. Mula-mula, OsteoCloud akan melakukan penilaian terhadap hasil pencitraan X-ray yang telah dilakukan sebelumnya, kemudian melanjutkan analisis dan mengidentifikasi indikator utama kepadatan tulang dan perubahan struktural yang terkait dengan osteoporosis.

Setelah itu, OsteoCloud secara otomatis akan membuat laporan komprehensif yang merinci status kepadatan tulang pasien. Laporan yang dihasilkan kemudian diberikan kepada dokter untuk ditinjau dan menetapkan diagnosis. Semua proses tersebut dilakukan hanya dalam waktu 6 detik.

Dengan mekanisme yang sederhana tersebut, para staf atau petugas pelayanan kesehatan tidak memerlukan pelatihan khusus dalam pengoperasiannya.

Selain itu, fasilitas kesehatan yang akan memanfaatkan OsteoCloud tidak perlu menambah modalitas tambahan. Dengan kata lain hanya menggunakan fasilitas Digital X-Ray yang sudah ada, sehingga sangat memudahkan untuk diadopsi di berbagai jenis Fasilitas Kesehatan.

 

Cocok Diterapkan di Indonesia

Prevalensi osteoporosis di Indonesia adalah 19,7% yang berarti 2 dari 5 orang Indonesia berisiko Osteoporosis. Jumlah yang sudah tergolong harus diwaspadai tersebut mendesak hadirnya program penanganan yang lebih luas, salah satu yang utama, tentu saja, adalah screening yang mampu mencakup sebagian besar populasi.

Desakan tersebut, semakin membuat kehadiran OsteoCloud di berbagai pelayanan kesehatan penting untuk segera diwujudkan. Sebagai metode sekaligus alat deteksi dini, Osteocloud dengan kemampuan melayani 160 pasien per hari dan dengan biaya yang lebih terjangkau.

Bukan hanya menjamin tingkat akses yang lebih luas, namun juga memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai fasilitas dalam screening Osteoporosis berskala nasional (National Mass Screening) di Indonesia. (AL)

Tag

Komentar