Cegah Anak Jadi Pelaku Bully

Putri Lailawati
15 September 2024 12:13 WIB

Sender.co.id - Maraknya kasus bullying yang diberitakan ternyata tidak membuat sejumlah anak jera.  

Kasus bullying seperti ini,Mungkin saja, masih banyak terjadi bullying atau perundungan yang tidak diketahui oleh orangtua atau guru dan tidak terekspos oleh media. 

Hal ini dapat mengancam kondisi fisik dan mental korbannya. Pelaku bully juga tidak boleh dibiarkan karena perilaku seperti ini dapat berdampak buruk pada kesehatan mental mereka di kemudian hari. Bagaimana cara mengajarkan anak-anak untuk menghindari bullying?

Melansir dari Stop Bullying, situs pemerintahan yang dikelola oleh U.S. Department of Health and Human Services, menyebutkan, anak-anak umumnya punya perilaku agresif sedari kecil.Untuk itu, orangtua perlu mengatasi perilaku ini sedini mungkin agar Si Kecil tidak mengembangkan perilaku bullying dan menimbulkan masalah dengan teman sebayanya. Contoh pola asuh yang bisa diterapkan, yaitu:

•Mendidik Anak Supaya Tidak Menjadi Pelaku Bullying

Pola didik yang dilakukan orangtua menentukan perkembangan anak di kemudian hari. Oleh karena itu, orangtua perlu mendidik anak sebaik mungkin untuk supaya ia tidak menjadi pelaku bullying nantinya. Melansir dari Stop Bullying, situs pemerintahan yang dikelola oleh U.S. Department of Health and Human Services, menyebutkan, anak-anak umumnya punya perilaku agresif sedari kecil. Untuk itu, orangtua perlu mengatasi perilaku ini sedini mungkin agar Si Kecil tidak mengembangkan perilaku bullying dan menimbulkan masalah dengan teman sebayanya. Contoh pola asuh yang bisa diterapkan, yaitu:

• Tunjukkan Rasa Kasih Sayang

Menunjukkan rasa kasih sayang kepada anak akan membuatnya merasa diperhatikan dan memiliki seseorang yang bisa diandalkan. Cobalah untuk meluangkan waktu bersama anak-anak untuk mempererat hubungan antara orangtua dan anak. Ketika anak merasa disayangi, nantinya mereka juga cenderung menyayangi orang-orang di sekitarnya, termasuk teman sebayanya. 

•Ajak Diskusi Tentang Bullying dan Intimidasi

Mengajak anak berdiskusi soal bullying dan intimidasi akan membantu mereka memahami perilaku tersebut, mengapa hal tersebut berbahaya dan bagaimana mereka harus meresponsnya. Diskusikan dan latih apa yang harus mereka lakukan ketika dihadapkan dengan situasi tersebut. Berikan kiat untuk menangani intimidasi, seperti meningkatkan rasa percaya dirinya, berani mengatakan "berhenti", berjalan pergi dan minta bantuan orang lain. 

• Ajari Cara Menghormati Orang Lain

Orangtua juga harus menjadi role model anak tentang cara memperlakukan orang lain dengan baik dan hormat. Anak-anak kecil biasanya belajar dengan memberi contoh dan akan mencerminkan sikap dan perilaku orang tuanya. Orangtua atau lingkungan yang bermasalah, seperti, konflik keluarga, penggunaan narkoba dan alkohol, kekerasan dalam rumah tangga, dan pelecehan bisa membentuk anak menjadi pelaku bullying.

• Ajari Anak untuk Terbuka

Dorong anak-anak untuk berbicara jika mereka menjadi korban bullying atau menyaksikan anak yang mengalami perundungan. Keterbukaan penting untuk perkembangan kepribadian anak ke depannya. Cobalah untuk menjadi teman untuknya agar ia mau terbuka kepada ayah atau ibu. (PL)

 

Komentar