DBD Melonjak, DPRD Panggil Dinkes dan Direksi Seluruh RS di Kota Metro

Veridial
14 January 2025 21:04 WIB

Sender.co.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro mengingatkan soal wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di musim menjaga cuaca. Masyarakat diminta mewaspadai penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti.


Ketua Komisi II DPRD Kota Metro, Ancilla Hernani mengingatkan soal wabah DBD di Bumi Sai Wawai yang masuk Kejadian Luar Biasa (KLB), serta berpotensi meningkat di musim pelestarian cuaca pada Januari hingga Februari 2025.


“Masyarakat jangan terlalu panik terkait KLB DBD di Kota Metro. Tetap jaga kesehatan dengan melakukan tindakan pencegahan, serta menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS,” kata Ancilla, Selasa, 14/1/2025.


Ancilla menyebut, wakil rakyat sudah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan dan sejumlah rumah sakit, mengantisipasi gangguan pasien akibat gigitan nyamuk aedes aegypti.


“Komisi II pada 9 Januari kemarin, memanggil Kadis Kesehatan serta Kabidnya, dan seluruh RS di Kota Metro baik negeri pun swasta, membahas persoalan KLB DBD yang ramai di media. Legislatif memang sudah jauh hari menghubungi Kadis Kesehatan untuk mengingatkan antisipasi, melakukan tindakan preventif untuk DBD yang memang sudah menjadi siklus 5 tahunan," paparnya.


"KLB DBD di Metro memang sudah terhitung terjadi peningkatan 600 persen. Menjadi catatan khusus pasien DBD yang meningkat 600 persen. Dari data yang dihimpun dan langsung dikroscek saat RDP, ditemukan data pasien yang naik 600 persen itu, ternyata bukan warga Metro," imbuhnya.


Kendati pasien DBD di rumah sakit yang didominasi warga yang tidak berdomisili Metro, Ancilla tetap meminta masyarakat waspadai karakteristik virus demam berdarah, dengan ciri umum demam tinggi, nyeri otot dan sendi, diikuti ruam berbentuk bintik merah di sejumlah bagian tubuh.


Kondisi itu dapat berakibat serius jika terlambat ditangani. Masyarakat diharapkan tidak ragu memeriksa kesehatan jika mengalami kondisi yang biasanya sering mirip dengan gejala flu biasa.


Komisi II DPRD Kota Metro terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait, sebagai ikhtiar memonitor perkembangan memasuki siklus 5 tahunan DBD.


“Perlu kita yakini bersama, dari pendengaran yang lalu, telah didapat data dari seluruh rumah sakit yang ada, bahwa pasien DBD dari Kota Metro itu masih sangat terkondisi dan terkendali. Jadi menggerakkan jumlah pasien DBD yang melonjak hingga 600 persen itu, disebabkan adanya kiriman pasien dari berbagai daerah di sekitar Kota Metro,” beber Ancilla.


Politisi memastikan PDI Perjuangan itu menyiapkan fasilitas kesehatan untuk menghindari KLB DBD.


“Dinas Kesehatan berkomitmen, semua program yang sudah direncanakan akan terus dilakukan bersama dengan seluruh kader-kader sampai pada tingkat posyandu, dan seluruh layanan kesehatan masyarakat, membuat skala prioritas untuk antisipasi jumlah pasien yang membeludak,” ulasnya.


"Jika pada saat di satu rumah sakit itu sudah tidak bisa menangani karena penuh, akan dilakukan reefer ke rumah sakit lain dan mereka bisa saling berkoordinasi. Saya kira, ini sudah menjadi suatu program yang telah disepakati bersama, berbuat maksimal untuk menanggulangi DBD yang memang menjadi siklus 5 tahunan," tandasnya. (VE)

Komentar