Nanik S. Deyang Resmi Mundur dari Kepala BGN, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

Wangga Lasmi Damayanti
22 July 2026 09:43 WIB

Sender.co.id – Nanik Sudaryati Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Pengunduran diri tersebut disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (22/7/2026) dengan alasan kesehatan, yakni untuk menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan. Ia menjelaskan bahwa Nanik telah berpamitan kepada Presiden sekaligus mengajukan pengunduran diri agar dapat fokus menjalani proses pengobatan.

"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Dirgayuza Setiawan.

Meski menerima pengunduran diri tersebut, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan tetap berharap Nanik dapat memberikan kontribusi bagi Badan Gizi Nasional setelah proses pengobatannya. Salah satu opsi yang tengah dipersiapkan adalah melibatkan Nanik dalam fungsi pengawasan melalui Dewan Pengawas BGN.

Nanik diketahui baru menjabat sebagai Kepala BGN sejak 8 Juni 2026, menggantikan Dadan Hindayana. Selama memimpin lembaga tersebut, ia berfokus pada penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), peningkatan efektivitas distribusi, serta pengawasan pelaksanaan program di berbagai daerah.

Hingga berita ini ditulis, pemerintah belum mengumumkan secara resmi pengganti Nanik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Namun, sejumlah nama mulai bermunculan dalam pemberitaan, termasuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, meski belum ada keputusan resmi dari Presiden.

Nanik S. Deyang baru dilantik sebagai Kepala BGN pada 8 Juni 2026, menggantikan Dadan Hindayana. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Kepala BGN dan dikenal aktif mengawal implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Meski masa jabatannya terbilang singkat, Nanik disebut telah melakukan berbagai langkah pembenahan di internal BGN. Menurut keterangan Istana, selama sekitar satu setengah bulan memimpin lembaga tersebut, ia memulai reformasi tata kelola pelaksanaan MBG di berbagai daerah.

Melalui akun media sosial pribadinya, Nanik juga menjelaskan bahwa dirinya akan berangkat ke luar negeri untuk menjalani pengobatan sekaligus memperoleh second opinion atau pendapat medis kedua terkait penyakit jantung yang dideritanya.

Ia mengaku keputusan mundur bukanlah hal mudah. Namun, kondisi kesehatannya membuat dirinya tidak dapat lagi menjalankan tugas secara maksimal sebagai Kepala BGN.

"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya. Presiden prihatin dan menyetujui pengunduran diri saya," tulis Nanik.

Nanik juga memberi isyarat bahwa sosok penggantinya telah dipersiapkan. Dalam pernyataannya, ia menyebut penggantinya sebagai "adik saya", tanpa menyebut nama secara langsung.

Sementara itu, sejumlah media nasional melaporkan bahwa Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjadi salah satu nama yang santer dikabarkan akan mengisi posisi Kepala BGN. Namun, hingga Rabu (22/7), pemerintah belum mengumumkan secara resmi siapa yang akan ditunjuk sebagai pengganti Nanik. (wg)


Komentar