Keindahan alam Green Canyon jadi latar pelaksanaan Green Canyon Food Festival (GCFF) 2026, sebuah festival kuliner dan hiburan yang siap digelar pada 1–4 Januari 2026 di Green Canyon by Kedas Hotel & Resort, Desa Kelawi, Bakauheni, Lampung Selatan. (FOTO: EO Arauscorp)
Sender.co.id - Keindahan alam Green Canyon dengan hamparan laut biru, tebing alami, dan garis pantai yang masih terjaga kerap disebut sebagai kepingan surga di ujung Pulau Sumatera. Lanskap alam inilah yang akan menjadi latar pelaksanaan Green Canyon Food Festival (GCFF) 2026, sebuah festival kuliner dan hiburan yang siap digelar pada 1–4 Januari 2026 di Green Canyon by Kedas Hotel & Resort, Desa Kelawi, Bakauheni, Lampung Selatan.
GCFF 2026 menjadi salah satu agenda wisata awal tahun yang mengusung konsep kuliner dan hiburan keluarga, sekaligus mendorong pemberdayaan UMKM lokal serta promosi pariwisata daerah.
Event Director GCFF, Divson Zulfansyah, mengatakan bahwa GCFF 2026 dirancang sebagai ruang rekreasi yang ramah keluarga dan memberi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya secara langsung kepada pengunjung.
“Festival ini kami hadirkan sebagai pilihan liburan keluarga di awal tahun. Selain menikmati keindahan alam, pengunjung juga dapat mencicipi kuliner lokal dan menikmati hiburan yang dapat dinikmati semua kalangan,” ujar Divson.
Selama empat hari pelaksanaan, GCFF 2026 menargetkan sekitar 600 pengunjung per hari. Puluhan tenant food and beverage dari pelaku UMKM lokal akan meramaikan area festival dengan penataan yang terorganisir demi kenyamanan pengunjung.
Selain kuliner, GCFF 2026 juga akan diisi dengan berbagai hiburan, mulai dari live music, penampilan band lokal Husband, guest star Mawar Kusuma (Bintang Pantura 5), DJ performance, pertunjukan seni tradisional, hingga sesi karaoke dan doorprize yang tersaji dalam rangkaian acara harian.
Salah satu daya tarik utama GCFF 2026 adalah lomba perahu hias yang akan digelar di kawasan pesisir Pantai Minangrua. Atraksi ini menampilkan perahu-perahu nelayan yang dihias dengan berbagai ornamen dan pencahayaan kreatif, mencerminkan kekayaan budaya maritim serta kearifan lokal masyarakat pesisir. Lomba perahu hias diharapkan tidak hanya menjadi tontonan menarik bagi pengunjung, tetapi juga menjadi sarana promosi wisata bahari yang memperkuat identitas kawasan pantai sebagai destinasi unggulan.
General Manager Kedas Hotel & Resort, Niluh Ketut Candra Kasih, menilai GCFF 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat promosi pariwisata daerah dan meningkatkan minat kunjungan wisatawan.
“Event seperti GCFF memiliki peran penting dalam mempromosikan destinasi wisata daerah. Kehadiran festival ini diharapkan dapat menarik wisatawan, memperkenalkan potensi lokal, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” kata Niluh.
Ia menambahkan, kegiatan pariwisata berbasis event juga dapat mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama dan mengenal destinasi secara lebih menyeluruh.
GCFF 2026 menerapkan tiket masuk sebesar Rp35.000 selama event berlangsung. Penyelenggara berharap festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang konsisten serta menjadi salah satu alternatif utama wisata keluarga di awal tahun. (*)
Komentar