Beginilah kondisi rumah semi permanen milik warga yang tinggal di pedalaman Bandar Negeri Semuong, Kabupaten Tanggamus, Lampung, rusak berat akibat diamok oleh kawanan gajah liar, Kamis (2/12/2024). Foto: Bidhumas Polda Lampung
Sender.co.id – Kawanan gajah liar kembali memasuki pemukiman warga di Blok 4 Reg 39, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Kabupaten Tanggamus, Kamis (2/1/2025) dini hari.
Amukan mamalia itu mengakibatkan tujuh rumah semi permanen milik warga yang tinggal di pedalaman hutan itu rusak berat. Meski kerusakannya cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik mengungkapkan, kawanan gajah tersebut memasuki kawasan pemukiman sekitar pukul 00.15 WIB. Beruntungnya, warga langsung menyelamatkan diri setelah melihat tanda-tanda keberadaan kawanan gajah yang semakin mendekat.
"Tadi malam, kawanan gajah liar kembali masuk ke wilayah organisasi warga. Ada tujuh rumah semi permanen yang mengalami kerusakan berat," ujar Umi.
Dalam video yang beredar, tampak rumah-rumah berbahan kayu milik warga porak poranda akibat amukan kawanan gajah tersebut.
Pihak kepolisian bersama pemangku kepentingan terkait kini tengah mencatat kerusakan dan merumuskan solusi untuk menangani konflik manusia dengan satwa pembohong.
Umi menambahkan bahwa pihaknya berencana mengadakan pertemuan darurat bersama TNI, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan pemerintah daerah. Rapat ini bertujuan mencari solusi jangka pendek dan panjang untuk menangani permasalahan ini.
“Kami sudah rapat bersama beberapa pihak, termasuk TNI, TNBBS, BKSDA, dan pemerintah daerah. Langkah mitigasi sedang dirumuskan agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.
Menurut dia, pihak terkait akan segera melakukan langkah-langkah untuk mendorong kawanan gajah kembali ke habitat alaminya di kawasan hutan lindung. Selain itu, pemerintah daerah juga sedang menyiapkan bantuan untuk warga yang terdampak.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian habitat satwa liar dan keamanan organisasi manusia. Mitigasi yang cepat dan tepat sangat diperlukan agar konflik ini tidak terus berulang di masa mendatang. (AG)
Komentar