Kisah Tragis WNI Pencari Kerja di Myanmar Alami Penyekapan dan Penyiksaan

Veridial
13 August 2024 17:20 WIB

Sender.co.id - Seseorang warga Jakarta Selatan, SA (27) mengalami penyekapan dan penganiayaan di Myanmar setelah ia berangkat mencari pekerjaan ke Thailand. Kasus ini bermula ketika SA diajak oleh temannya, Risky, untuk bekerja di Thailand dengan tawaran gaji sebesar 10.000 dolar AS (sekitar Rp 150 juta).

 

Mereka meninggalkan Indonesia pada 11 Juli 2024. Setelah bertemu di Bangkok, Thailand, SA dan Risky kemudian berpisah dalam perjalanan. Ternyata, SA malah dibawa ke Myanmar dan ditempatkan di sebuah rumah susun di sana.

 

Saat disekap, SA diberikan ponsel untuk berkomunikasi dengan keluarganya, dan pelaku meminta tebusan sebesar 30.000 dolar AS (sekitar Rp 478 juta) agar SA bisa pulang ke Indonesia dengan selamat. Keluarga SA telah mengirimkan sebagian uang untuk meringankan penderitaan SA, yang mengalami penyiksaan fisik dan tidak diberi makan minum.

 

Daniel dan Yohana, merupakan kerabat SA telah melaporkan kejadian ini ke berbagai instansi termasuk Kementerian Luar Negeri, BP2MI, dan Polda Metro Jaya. Mereka juga mengungkapkan keprihatinan karena Risky, yang mengajak SA, telah kembali ke Indonesia pada 30 Juli 2024 tanpa adanya tindakan hukum terhadapnya.

 

Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Yangon telah berkoordinasi dengan otoritas Myanmar untuk menangani kasus ini, meskipun wilayah tersebut sulit dijangkau karena dikuasai oleh kelompok bersenjata dan merupakan area konflik. Pemerintah Indonesia juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap penipuan daring, khususnya terkait tawaran pekerjaan di luar negeri.

 

Saat ini, keluarga SA masih fokus pada usaha pembebasan SA dan belum mempertimbangkan tindakan hukum terhadap Risky, sembari berharap pihak berwenang dapat membantu memastikan keselamatan dan kepulangan SA. (DY)

 

Sc: news.detik.com

Komentar