Legenda Danau Ranau Cerita Rakyat Lampung & Sumatera Selatan: Kisah Pertempuran Rakian Sukat Melawan Sepasang Naga

Divya Naila
07 September 2024 11:09 WIB

Sender.co.id - Danau Ranau adalah danau terbesar kedua di Pulau Sumatera setelah Danau Toba, terletak di perbatasan Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Lampung. Sumber air Danau Ranau berasal dari Sungai Warkuk yang mengalir menuju Sungai Selabung, salah satu anak Sungai Komering.

Menurut legenda, Danau Ranau dijaga oleh ular naga jantan yang akan mendatangkan malapetaka jika muncul.

Dalam buku "Naga Emas Danau Ranau" (2016) karya Yulfi Zawarnis, diceritakan bahwa di kaki Gunung Seminung, Kampung Sukau memiliki pantangan untuk tidak mencuri kayu dan berburu di Hutan Seminung karena di dalamnya terdapat Pohon Haru yang dihuni oleh ular. Konon, siapa pun yang tersesat dekat pohon tersebut tidak akan bisa kembali. Suatu hari, Kampung Sukau kedatangan seorang pria gagah bernama Rakian Sukat yang datang untuk mencari tempat bertapa. Setelah beristirahat dan berinteraksi dengan warga Kampung Sukau, Rakian Sukat mendengar tentang Pohon Haru dan niatnya muncul untuk menebang pohon tersebut.

Rakian Sukat memasuki Hutan Seminung dan menemukan Pohon Haru menjelang matahari terbit. Pohon tersebut mencoba menghipnotisnya dengan rasa sedih, tetapi Rakian Sukat segera menyadari tipu daya tersebut dan mengeluarkan pedang sakti. Tak lama kemudian, sepasang naga bersisik emas menyerangnya. Pertarungan sengit berlangsung dari pagi hingga hampir malam, dan akhirnya naga betina kelelahan. Rakian Sukat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melumpuhkan naga betina yang kemudian berubah menjadi pedang sakti.

Naga jantan yang marah tetapi lemah akhirnya menghilang ke dalam tanah, meninggalkan lubang yang mengeluarkan air. Rakian Sukat menggunakan pedang jelmaan naga betina untuk menebang Pohon Haru, dan serpihan pohon tersebut secara ajaib berubah menjadi ikan, sementara batang dan cabangnya membentuk sungai-sungai kecil. Air yang terus menggenang membentuk Danau Ranau. Danau ini konon dijaga oleh naga jantan yang akan menebar wabah penyakit jika terjadi kemaksiatan di sekitarnya. Danau ini sekarang dikenal dengan nama Danau Ranau, yang berarti indah dan nyaman. (DY)

Komentar