(Nadiem Makarim/istimewa)
Sender.co.id - Kemendikbud Ristek mengajukan usulan tambahan anggaran sebesar Rp26.439.413.599.000 untuk Tahun Anggaran (TA) 2025.
Rapat
dengan agenda pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga
(RKA-KL) Kemendikbud Ristek tahun anggaran 2025 ini dipimpin Ketua Komisi X
DPR, Syaiful Huda.
“Raker kita kali ini akan membahas RKA/KL Kemendikbud Ristek TA 2025 dan
usulan-usulan program yang akan didanai oleh DAK berdasarkan kriteria teknis
dari Komisi X,” ucap Huda membuka rapat.
Politisi PKB ini lantas mempersilakan Nadiem mempresentasikan RKA/KL TA 2025
dna dilanjutkan dengan tanggapan peserta rapat.
Dalam rapat tersebut, Nadiem mengungkapkan Kemendikbud Ristek mendapatkan
alokasi anggaran sebesar Rp 83.187.821.056.000 untuk tahun 2025.
Alokasi
anggaran tersebut tersebar dalam beberapa unit kerja Kemendikbud Ristek.
"Besaran pagu ini sesuai hasil kesepakatan di RDP yang dilaksanakan antara
Komisi X dan Eselon 1 Kemendikbud Ristek," kata Nadiem.
Usulan
itu disampaikan Mendikbud Ristek Nadiem Makarim dalam rapat kerja (Raker)
bersama Komisi X DPR RI, dengan agenda RKA/KL TA 2025 di Komplek Parlemen,
Senayan, Jakarta, pada Jumat (6/8).
“Untuk memastikan terlaksananya program ini, Kemendikbud Ristek akan
menyampaikan usulan tambahan anggaran sebesar Rp26,4 triliun," ujar
Nadiem.
Adapun, Kemendikbud Ristek telah mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp
83.187.821.056.000 untuk tahun 2025. Alokasi anggaran tersebut tersebar dalam
beberapa unit kerja Kemendikbud Ristek.
"Besaran pagu ini sesuai hasil kesepakatan di RDP yang dilaksanakan antara
Komisi X dan Eselon 1 Kemendikbud Ristek," kata Nadiem.
Namun demikian, Nadiem menyebut bahwa masih ada program dan kebijakan yang
harus dipenuhi Kemendikbud Ristek.
Sehingga,
Nadiem menilai perlu mengajukan usulan tambahan anggaran Rp26,4 triliun.
"Kami masih optimis bahwa anggaran kami akan ditambahkan, karena begitu
banyak program dan kepentingan yang masih harus dipenuhi, termasuk komitmen
wajib seperti PIP, KIPK, dan tunjangan guru dan dosen," pungkasnya. (VE)
Komentar