Ilustrasi peretasan data
Sender.co.id - Situs-situs
dari raksasa teknologi Google, Facebook, dan Amazon menjadi sasaran utama para
pencuri akun. Maka dari itu, pengguna layanan dari ketiga perusahaan tersebut
harus ekstra waspada.
"Tahun
ini terjadi peningkatan signifikan dalam upaya phishing yang menargetkan
Google. Jika seorang pelaku phishing memperoleh akses ke akun Gmail, mereka
berpotensi dapat mengakses beberapa layanan, menjadikannya target utama,"
kata Olga Svistunova, pakar keamanan di Kaspersky, dalam keterangannya, Rabu
(4/9)
Data
penelitian terbaru Kaspersky mengungkap Google, Facebook, dan Amazon menjadi
sasaran utama serangan phishing di antara 25 perusahaan global populer.
Kaspersky
melakukan analisis sampel terhadap 25 merek global teratas pada 2023 untuk
melihat bagaimana intensitas serangan phishing di perusahaan-perusahaan
tersebut.
Pada
paruh pertama 2024, orang-orang di seluruh dunia mencoba mengakses sumber palsu
yang meniru merek-merek tersebut hampir 26 juta kali, hampir 40 persen lebih
intens dibandingkan periode Januari-Juni 2023.
Pakar Kaspersky
menyebut peningkatan tajam ini dikarenakan melonjaknya aktivitas penipuan dan
justru bukan pada penurunan kewaspadaan pengguna. Ini menunjukkan penjahat
siber menjadi lebih agresif dalam mengejar data dan uang pengguna.
Di antara
merek yang diteliti, penjahat siber paling menargetkan layanan Google dalam
upaya pencurian kredensial, seperti nama pengguna dan kata sandi.
Kaspersky
telah berhasil memblokir lebih dari 4 juta upaya mengakses situs web phishing
yang dirancang untuk mengelabui pengguna agar memberikan informasi akun Google
mereka.
Setelah
Google, ada sekitar 3,7 juta upaya pencurian pada pengguna Facebook. Sedangkan
Amazon berada di peringkat ketiga dengan sekitar 3 juta upaya serangan.
Microsoft
dan DHL masuk jajaran lima besar dengan masing-masing 2,8 juta dan 2,6 juta
upaya serangan.
Kemudian, PayPal, Mastercard, Apple, Netflix, dan Instagram termasuk di antara 10 merek teratas yang menjadi target penjahat siber untuk mendapatkan kredensial dan uang pada 2024.
Penelitian
ini juga menunjukkan beberapa merek semakin disasar oleh serangan phishing
dibandingkan tahun lalu. Phishing untuk Google meningkat lebih dari tiga kali
lipat, menunjukkan pertumbuhan 243 persen pada paruh pertama 2024 dibandingkan
tahun lalu.
Mastercard
mengalami peningkatan 210 persen dalam upaya pencurian uang dan data sensitif,
diikuti oleh Facebook dan Netflix.
Facebook
dan Netflix juga mengalami peningkatan dua kali lipat dalam upaya serangan yang
mengeksploitasi merek mereka.
"Phishing
untuk Mastercard, yang biasanya ditujukan untuk mencuri uang, kemungkinan
meningkat seiring dengan menjamurnya toko online palsu yang berpura-pura
menjual barang dan menawarkan opsi pembayaran dengan Mastercard,"
pungkasnya.
"Menariknya,
Microsoft mengalami penurunan klik pada sumber daya phishing. Karena merek ini
sering menjadi sasaran phishing kredensial perusahaan, penurunan tersebut
mungkin disebabkan oleh peningkatan literasi siber di berbagai organisasi. DHL
juga mengalami penurunan, yang merupakan tren umum di antara beberapa merek
transportasi dan logistik yang kami analisis," tambahnya.
Lebih
lanjut, beberapa merek yang tidak masuk dalam 10 besar, tetapi juga mengalami
peningkatan serangan phishing di antaranya HSBC yang mengalami peningkatan
delapan kali lipat menjadi 240.000 upaya phishing pada 2024; eBay yang
mengalami peningkatan tiga kali lipat menjadi lebih dari 300.000 serangan.
Lalu, ada
juga Airbnb, American Express, dan LinkedIn yang mencatat peningkatan
masing-masing sebesar 174 persen, 137 persen, dan 122 persen. (AL)
Komentar