Penjaga Karcis Pelabuhan Bakauheni Kena Mental Usai Ditodong Senpi oleh Petugas KSOP

Veridial
03 January 2025 18:14 WIB

Sender.co.id – Aksi todongkan senpi ala koboi jalanan diperagakan oleh oknum petugas KSOP Kelas IV Pelabuhan Bakauheni terhadap seorang penjaga loket karcis ASDP Bakauheni Bernama Kiemas M. Ekshan (24) pada Jum’at (3/12/2024).

Insiden mengerikan itu terjadi sekitar pukul 04.45 WIB dinihari. Akibat penodongan tersebut Kiemas begitu sapaan karibnya “kena mental” atau mengalami ketakutan berlebih.  

 Kejadian bermula ketika pelaku menyerahkan tiket yang sudah kadaluwarsa untuk discan saat hendak keluar dari area Pelabuhan. Musabab hal itu, scanning system memunculkan biaya tambahan karena tiket tersebut tidak valid. Pelaku menolak membayar dan diminta menuju kantor untuk menyelesaikan masalah tersebut..

Dalam rekaman CCTV, tampak korban yang sedang bertugas sebagai petugas karcis kendaraan. Tak lama, datang pelaku yang menggunakan mobil. Terjadi cekcok antara keduanya sebelum pelaku menodongkan senjata api tepat di depan muka korban.

Kemudian terjadi cekcok antara keduanya saat melakukan pengecekan kartu parkir, selanjutnya pelaku menodongkan senjata api ke arah korban. Atas peristiwa tersebut, korban akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Kepolisian Sektor Khusus Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Lampung Selatan.

 "Benar, peristiwa itu terjadi pagi tadi. Pelaku telah diamankan," kata Kapolres Lampung Selatan, AKBP Yusriandi Yusrin saat dikonfirmasi mengenai peristiwa tersebut.

 Yusriandi juga membenarkan pelaku merupakan karyawan di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bakauheni. Pihaknya lanjut Yusri masih mendalami informasi terkait kronologis kejadian tersebut.

"Iya benar, orang Syahbandar. Saat ini masih kami periksa untuk mengetahui kronologis peristiwa tersebut. Mohon bersabar," pungkasnya.

Sementara, korban sendiri mangaku masih diselimuti ketakutan setelah peristiwa itu. Dia juga sudah melaporkan kejadian ini ke Mapolres Lampung Selatan dan berharap hukum ditegakkan seadil-adilnya agar tidak ada lagi arogansi yang bisa merugikan institusi maupun individu.

“Saya arahkan ke kantor supaya biayanya bisa diatur ulang. Namun, dia justru marah-marah dan mengeluarkan benda yang menyerupai senjata api. Saat benda itu diarahkan ke saya, terdengar suara letusan ternyata tidak ada pelurunya. Saya sangat takut dan langsung keluar dari pintu loket,” ujar Kiemas begitu sapaan karib Kiemas M. Ekhsan.

Kiemas menegaskan bahwa dirinya tidak ingin berdamai dan meminta kasus ini diproses sesuai hukum. Sehingga tidak ada individu lainnya yang berpotensi mengalami nasib mengerikan seperti dirinya.

“Saya tidak ingin damai, biar proses hukum berjalan seadil-adilnya, dengan harapan supaya tidak ada lagi orang yang mengalami peristiwa serupa dengan yang saya alami,” tandasnya.

Sementara HUMAS ASDP Syaiful belum memberikan keterangan menganai persoalan tersebut. Saat dihubungi ponsel Syaiful dalam keadaan non aktif. Begitu pula pihak KSOP belum memberi statement usai kejadian yang membuat suasana di Pelabuhan Bakauheni sempat heboh. (VE)

Komentar