Putra Mahkota Iran Reza Pahlavi Disiram Cairan Merah Saat Kunjungan ke Jerman

Divson
24 April 2026 19:40 WIB

Sender.co.id - Kunjungan putra raja terakhir Iran yang kini hidup di pengasingan, Reza Pahlavi, ke Berlin, Jerman, diwarnai insiden penyiraman cairan merah oleh seorang aktivis pada Kamis (23/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Pahlavi menyelesaikan agenda resminya di Gedung Konferensi Pers Federal di pusat kota Berlin.

Mengutip kantor berita Antara, insiden tersebut diduga dipicu oleh penolakan aktivis terhadap sikap politik Pahlavi terkait konflik yang tengah berlangsung di Iran. Aksi tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar luas di media sosial dan menjadi perhatian publik internasional.

Berdasarkan rekaman di lokasi kejadian, Pahlavi terlihat berjalan menuju kendaraannya dengan pengawalan. Namun, secara tiba-tiba seorang aktivis merangsek mendekat dan menyiramkan cairan merah yang mengenai bagian belakang leher hingga bahunya. Aparat keamanan yang berada di lokasi langsung bertindak cepat mengamankan pelaku dan mengendalikan situasi.

Meski menjadi sasaran aksi tersebut, Pahlavi dilaporkan tidak mengalami luka serius dan tetap melanjutkan kegiatannya. Insiden ini pun memicu berbagai reaksi, baik dari pendukung maupun pihak yang menentangnya, mengingat posisi Pahlavi sebagai tokoh oposisi Iran di luar negeri.

Beberapa jam sebelum kejadian, Pahlavi diketahui kembali menyampaikan dukungannya terhadap operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran. Ia menyebut langkah tersebut sebagai “intervensi kemanusiaan” yang diperlukan untuk menumbangkan rezim yang saat ini berkuasa di Teheran.

Pernyataan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memicu aksi protes terhadap dirinya. Di tengah dinamika politik Iran yang terus memanas, keberadaan Pahlavi di panggung internasional kerap memunculkan pro dan kontra.

Insiden di Berlin ini menambah daftar panjang ketegangan yang melibatkan tokoh oposisi Iran di luar negeri. Hingga kini, belum ada keterangan resmi lanjutan terkait proses hukum terhadap pelaku maupun langkah diplomatik yang akan diambil pasca kejadian tersebut.

Komentar