Siswa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah setelah PJJ di Lampung berakhir. Foto: Instagram/dikbudlampung
Sender.co.id – Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di
seluruh satuan pendidikan di Provinsi Lampung berakhir pada Kamis (10/9/2026).
Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka kembali dilaksanakan mulai Jumat
(11/9/2026), setelah kondisi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak
Krakatau (GAK) mulai menunjukkan perbaikan.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan keputusan
untuk kembali melakukan pembelajaran tatap muka diambil setelah pemerintah
menerima laporan terbaru mengenai kondisi erupsi, arah angin, serta sebaran abu
vulkanik yang mulai berkurang.
“Besok ya, insyaallah sudah mulai kembali belajar di
sekolah. PJJ berakhir hari ini,” kata Mirza.
Mirza menjelaskan, perpanjangan PJJ sebelumnya hanya berlaku
selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis. Dengan berakhirnya masa tersebut, siswa
kembali mengikuti pembelajaran di sekolah mulai Jumat.
Kondisi tersebut berbeda dengan keputusan pemerintah
sebelumnya. Pemprov Lampung sempat memperpanjang PJJ setelah aktivitas GAK
kembali meningkat dan arah angin berpotensi membawa abu vulkanik menuju wilayah
Lampung. Kebijakan itu diberlakukan untuk seluruh satuan pendidikan pada 9–10
September.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Thomas
Amirico sebelumnya menjelaskan bahwa selama PJJ, siswa mengikuti pembelajaran
dari rumah, sementara guru tetap menjalankan kegiatan pembelajaran dari
sekolah. Satuan pendidikan juga diminta melakukan pembersihan lingkungan dan
ruang kelas sebelum kegiatan tatap muka kembali berlangsung.
“Kalau kondisi erupsi mereda dan kualitas udara membaik,
aktivitas pembelajaran secara bertatap muka diharapkan dapat kembali berjalan
normal pada Jumat, 11 September 2026,” ujar Thomas.
Selain kembali ke sekolah, Mirza meminta para siswa
mengikuti Salat Istisqa di sekolah masing-masing pada Jumat. Ajakan tersebut
menjadi bagian dari ikhtiar bersama menghadapi kemarau panjang sekaligus
kondisi lingkungan yang terdampak aktivitas erupsi GAK.
“Jumat langsung Salat Istisqa di sekolah masing-masing,”
kata Mirza. Ia juga mengajak masyarakat melaksanakan Salat Istisqa di masjid,
musala, dan pondok pesantren di seluruh Lampung.
Sebelumnya, Pemprov Lampung juga telah menggelar doa bersama
dan Salat Istisqa di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama,
serta masyarakat.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Lampung Zulkarnain turut
mengajak masyarakat memperluas pelaksanaan Salat Istisqa sebagai ikhtiar
menghadapi kemarau dan dampak erupsi. Menurutnya, upaya pemerintah dan
masyarakat perlu diiringi doa serta kepasrahan kepada Tuhan.
Sementara itu, Mirza menyebut kondisi GAK dan sebaran abu mulai membaik. Berdasarkan laporan yang diterimanya, angin tidak lagi terlalu kuat dan jumlah abu vulkanik yang tersebar juga mulai berkurang.
“Erupsi terakhir dilaporkan kemarin, angin sudah tidak terlalu kuat lagi, abu juga sudah tidak terlalu banyak lagi,” ujar Mirza.
Meski pembelajaran tatap muka kembali dimulai, masyarakat tetap diminta mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan informasi resmi dari pemerintah serta lembaga terkait. Pemprov Lampung sebelumnya juga mengingatkan warga untuk menggunakan masker ketika berada di luar ruangan dan tetap waspada terhadap potensi paparan abu vulkanik. (ra/wg)
Komentar