(Ilustrasi/halodoc)
Sender.co.id - Tubuh yang ideal sering kali menjadi hal yang sangat penting bagi sebagian orang. Mereka yang tidak ingin terlihat gemuk rela melakukan berbagai upaya untuk menjaga berat badan mereka. Salah satu perawatan tubuh yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan sedot lemak.
Sedot lemak, atau liposuction, adalah metode instan untuk menghilangkan sebagian timbunan lemak dalam tubuh. Meskipun prosedur ini dianggap aman, tetap ada risiko efek samping yang bisa muncul dari prosesnya. Ingin tahu risiko apa saja yang mungkin terjadi? Mari kita pelajari fakta medisnya di sini!
Risiko Sedot Lemak
Ada beberapa risiko yang terkait dengan sedot lemak, di antaranya:
Masalah pada Organ Tubuh
Berbagai masalah pada organ tubuh dapat muncul akibat perubahan dalam tingkat
cairan ketika cairan disuntikkan ke dalam atau dihisap keluar. Masalah ini
dapat mempengaruhi organ seperti jantung, paru-paru, dan ginjal. Jika tidak
segera ditangani, kondisi ini bisa mengancam nyawa pasien.
Mati
Rasa
Mati rasa dapat terjadi pada area di mana prosedur sedot lemak dilakukan.
Meskipun biasanya bersifat sementara, kondisi ini bisa menjadi permanen jika
terjadi kerusakan pada saraf. Selain itu, sedot lemak juga bisa menyebabkan
iritasi saraf sementara.
Kulit
Menjadi Kendur
Salah satu risiko sedot lemak adalah kulit yang menjadi kendur. Bahkan, kulit
bisa terlihat layu atau bergelombang akibat pembuangan lemak yang tidak merata.
Perubahan elastisitas kulit ini bisa bersifat permanen jika tidak ditangani.
Selain elastisitas yang berkurang, sedot lemak juga bisa menyebabkan kerusakan
di bawah kulit, yang bisa meninggalkan bekas permanen.
Emboli
Lemak
Emboli lemak adalah kondisi darurat yang memerlukan penanganan segera. Kondisi
ini berbahaya karena potongan lemak yang longgar dapat terpecah dan
terperangkap dalam pembuluh darah, yang dapat menyebabkan penumpukan lemak di
organ seperti paru-paru atau otak.
Keracunan
Obat Anestesi
Obat bius digunakan selama prosedur sedot lemak untuk menghilangkan rasa sakit.
Obat bius yang umum digunakan adalah Lidocaine. Namun, lidocaine bisa
menyebabkan keracunan pada sebagian orang, yang dapat mengakibatkan masalah
jantung dan sistem saraf pusat.
Persyaratan Sedot Lemak
Untuk mengurangi risiko efek samping, penting untuk mengetahui persyaratan yang harus dipenuhi sebelum menjalani operasi sedot lemak. Berikut ini adalah persyaratan yang seharusnya dipenuhi:
Tidak memiliki kulit berlebihan.
Memiliki elastisitas kulit yang baik.
Memiliki bentuk otot yang baik.
Memiliki timbunan lemak yang tidak bisa dihilangkan dengan diet atau olahraga.
Sehat secara fisik dan keseluruhan.
Tidak kelebihan berat badan atau obesitas.
Tidak merokok.
Selain itu, ada beberapa kelompok yang sebaiknya menghindari atau tidak menjalani prosedur sedot lemak, yaitu:
Perokok.
Orang dengan kondisi atau masalah kesehatan kronis.
Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas.
Orang dengan riwayat diabetes.
Orang dengan kulit yang kendur.
Sedot lemak memiliki risiko efek samping dan kondisi medis tertentu. Sebelum menjalani prosedur ini, penting untuk memahami semua risiko dan potensi bahaya yang dapat terjadi. Pastikan juga untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai sedot lemak agar dapat menghindari efek samping yang merugikan. (DY)
Komentar