Seorang Pria Di Lampung Acungkan Benda Diduga Senpi, Ancam Ojol Untuk Antar Ke Lokasi Tujuan

Diana Margarini
30 September 2024 00:06 WIB

Sender.co.id - Seorang pria di Jalan Way Sekampung, Rawa Laut, Tanjung Karang Timur, Lampung diduga mengacungkan senjata api (senpi), pada Minggu (29/9).

Dalam video yang beredar, terlihat pria itu mengenakan baju hoodie berwarna merah gelap tampak menodongkan diduga senpi ke arah pengendara sepeda motor. Pria itu pun kemudian dikejar oleh sejumlah warga hingga akhirnya melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Menurut keterangan para saksi, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.

Dikutip dari kumparan, Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Mukhammad Hendrik Apriliyanto mengungkapkan anggotanya telah berada di lokasi untuk melakukan olah TKP.

"Tim Inafis Polresta Bandar Lampung telah di lokasi untuk melakukan olah TKP, mohon bersabar, informasi lebih lanjut nanti akan kita sampaikan," pungkasnya.

Mahasiswa yang terlihat membonceng pria diduga membawa senjata api ternyata adalah pengemudi ojek online yang baru saja selesai mengantarkan penumpang di sekitar lokasi kejadian.

IP menjelaskan bahwa setelah menyelesaikan pengantaran, ia tiba-tiba ditodong oleh seorang pria yang memaksanya untuk mengantarkan ke suatu tempat.

"Saya sekitar jam 15.02 nganter penumpang Grab di depan Gedung Anggar Pahoman. Setelah selesai, belum sempat saya selesaikan orderannya, dia naik sambil menodongkan senpi dan mengancam akan menembak saya, meminta diantar ke suatu tempat," kata IP.

IP menegaskan bahwa ia sama sekali tidak mengenal pria tersebut.

"Saya tidak kenal sama sekali. Saya baru saja menyelesaikan pengantaran penumpang, lalu pria itu memaksa saya mengantarnya sambil menodongkan senjata," jelas IP.

Ia juga menambahkan bahwa pria tersebut meminta untuk diantar ke sebuah perumahan di Gunung Terang, Bandar Lampung.

"Dia minta diantar ke perumahan Griya Sejahtera, Gunter," katanya.

Saat ini, IP telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, dan penyelidikan lebih lanjut sedang berlangsung.(DA)

Komentar