(Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo/istimewa)
Sender.co.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit
Prabowo angkat suara terkait keinginan Ketua Umum PDI-Perjuangan (PDIP)
Megawati Soekarnoputri untuk bertemu secara langsung dengan dirinya.
Sigit menilai keinginan bertemu yang beberapa kali diungkap oleh Megawati itu
sebagai bentuk kasih sayang terhadap dirinya.
"Ya saya kira memang beliau sayang dengan saya," ujarnya kepada
wartawan di Ibu Kota Nusantara (IKN), dikutip Jumat (13/9).
Sigit mengakui apabila dahulu sering berkomunikasi secara langsung dengan
Megawati.
Namun, kini komunikasi dirinya lebih sering dilakukan melalui sang anak Puan
Maharani ataupun kader PDIP Bambang Wuryanto.
"Dulu memang kita sering berkomunikasi, tapi sampai saat ini kami juga
masih berkomunikasi. Walaupun mungkin dengan teman-teman yang ada di kader
partai, putri beliau, mas Bambang dan yang lain," kata Sigit.
"Yang jelas, itu hal yang biasa dan itu bentuk sayangnya seorang ibu
terhadap anak," imbuhnya.
Megawati sempat beberapa kali menyindir Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
dalam sejumlah pidato politiknya.
Dalam pidatonya di Kantor DPP PDIP pada Rabu (14/8), Megawati mengaku
permintaannya untuk bertemu secara langsung tidak kunjung direspon oleh
Kapolri. Megawati menyatakan akan mendatangi Kapolri Jenderal Listyo Sigit
Prabowo untuk meminta penjelasan secara langsung.
"Jadi
saya bilang ke Mas Hasto, sudah enggak usah, Hasto nanti kalau kamu diambil,
aku pergi ke Kapolri," kata Mega saat menyampaikan pidato kebangsaan di
Mukernas Perindo di Inews Tower, Jakarta, Selasa (30/7).
"Ku bilang gitu. Coba pengin apa ngomong si Kapolri itu. Enak saja,"
sambungnya.
Ia berharap seluruh aparat penegak hukum tidak memberikan rasa ketakutan kepada
masyarakat yang menyampaikan pendapat. Megawati menegaskan setiap pendapat atau
kritik yang sesuai dengan realitas sosial atau permasalahan masyarakat harus
dilindungi.
"Loh, mbok saya kan selalu mengajarkan kebenaran is kebenaran,"
ucapnya.
Ia juga
membantah ucapan sebelumnya terkait keinginan bertemu secara langsung sebagai
bentuk intimidasi kepada Kapolri. Mega menilai tidak ada yang salah dengan
permohonan pertemuan tersebut mengingat dirinya merupakan Warga Negara
Indonesia.
"Memangnya saya enggak boleh (ketemu). Kalau orang lain saja boleh masa
saya enggak boleh. Karena saya juga yang memisahkan terus saya takut, enggak,
orang saya orang baik-baik," ujar Mega dalam pidatonya. (VE)
Komentar