Tawuran Ala Gladiator, Siswa SMK Sukabumi Tewas Dibacok

Diana Margarini
12 October 2024 13:45 WIB

Sender.co.id - Seorang pelajar kelas 1 SMK asal Kampung Cijengkol, Kecamatan Caringin berinisial FMS (15), tewas usai dibacok pelajar lain dalam aksi duel ala gladiator. Korban mendapatkan luka bacok di bagian punggung, pada Kamis (10/10) malam.

Insiden tersebut dipicu dari unggahan di media sosial korban tentang ajakan perkelahian. Postingan itu direspons oleh terduga pelaku hingga perkelahian terjadi.

FMS mengajak temannya ADR (16) untuk melakukan duel ala gladiator dengan pelajar lain berinisial RR (15) dan RAY (16). Mereka menggunakan senjata tajam jenis celurit dan pisau dapur untuk melakukan aksi tersebut.

Kepala Desa Cijengkol, Oban Sobandi membenarkan insiden tersebut usai memakamkan korabn di TPU Bungbulang.

"Iya ada tawuran dan mengakibatkan salah satu pelajar dari warga kami meninggal dunia. Saya menerima informasi waktu pengajian malam kemarin," kata Oban, pada Sabtu (12/10/2024).

Oban menbgungkapkan, tawuran itu melibatkan sekolah tingkat SMP sekaligus alumni-alumninya yang saat ini duduk di bangku SMK, salah satunya adalah FMS. Pihaknya menerima informasi jika perkelahian itu disiarkan langsung melalui media sosial Instagram.

"Iya menurut keterangan malam ada streaming, di Instagram kayanya, cuma kita juga nggak sampai melihat," ujarnya.

Akibat peristiwa itu, FMS mendapatkan luka bacok di punggung. Sedangkan ADR mengalami luka sobek di sikut dan punggung dan masih dirawat di RSUD Sekarwangi.

"Jadi korban FMS dibawa pulang ke rumah sudah dalam keadaan meninggal, mungkin kehabisan darah, itu diantar sama teman-temannya," ungkapnya.

Untuk menghindari peristiwa serupa terjadi kembali, Pemerintah Desa akan meningkatkan ronda malam bersama pihak penegak hukum agar pihak sekolah dan orang tua mengambil peran untuk menghimbau anak-anak supaya tidak keluar rumah pada malam hari.

"Kalau untuk semacam ini baru pertama kali terjadi. Jadi sudah janjian, dua lawan dua, cuma mungkin tidak seimbang, yang pihak sana membawa alat, ini (korban) nggak," ucap Oban.

Kapolres Sukabumi AKBP Samian mengkonfirmasi peristiwa tersebut. Pihaknya akan mengungkap kasus pada Senin (14/10) mendatang. Sebelum dimakamkan, korban telah dilakukan autopsi di RS Polri Kramat Jati.

"Ya benar, saat ini sudah ditangani dengan baik. Masih didalami, Senin kita laksanakan release," kata Saiman, (DA)

Komentar