(Pesawat SAM Air jatuh di Gorontalo/istimewa)
Sender.co.id - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tiba di Gorontalo untuk mengusut penyebab kecelakaan pesawat SAM Air. Pesawat itu jatuh di dekat Bandara Panua, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Minggu (20/10).
Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo Joko Harjani mengatakan, tiga orang petugas KNKT telah tiba di Bandara Djalaluddin dan menuju ke Kabupaten Pohuwato. ”KNKT dikawal oleh Polda Gorontalo menuju Kabupaten Pohuwato,” ucap Joko seperti dilansir dari Antara.
Dia mengatakan, sudah menjadi kewenangan dari KNKT untuk melakukan investigasi kecelakaan pesawat yang terjadi di Pohuwato pada Minggu (20/10).
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melakukan koordinasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) serta pemangku kebijakan terkait untuk melakukan investigasi lebih lanjut terhadap insiden kecelakaan pesawat SAM Air di wilayah Marisa, Kabupaten Pohuwato.
Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa melalui rilis resmi mengatakan, sebuah pesawat perintis milik PT. SAM Air dengan nomor registrasi PK-SMH (DHC6) mengalami kecelakaan di Bandara Panua, Pohuwato.
”Saya berharap proses investigasi berjalan lancar, dan langkah-langkah pencegahan ke depan dapat diambil untuk meningkatkan keselamatan penerbangan di masa mendatang,” ujar Lukman.
Empat orang dikabarkan meninggal dunia pada kecelakaan pesawat SAM Air yang jatuh di wilayah Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo Heriyanto mengatakan, empat orang yang meninggal dunia yaitu Kapten M Saefurubu, co pilot M Artut, engineer Budi Janto, dan Sri Mayke Male (penumpang).
”Informasi dari AIRNAV Makassar bahwa pada pukul 07.03 pesawat SAM Air berangkat dari Bandara Djalaluddin Gorontalo menuju Bandara Panua Pohuwato,” ucap Heriyanto.
Dia mengatakan tipe pesawat yaitu PK SMH dengan nama SAM Air dan berwarna putih. Tim penyelamat Pos SAR Marisa menuju lokasi kejadian yang berada di tambak ikan yang terdiri atas tim SAR, Babinsa, pihak bandara dan masyarakat. (VE)
Komentar