Rektor Universitas Muhammadiyah Kalianda bersama perwakilan mahasiswa yang ikut prosesi yudisium di Kampus UM Kalianda, Rabu (11/6/2025) Foto: Anggi/Sender.co.id
Sender.co.id – Universitas Muhammadiyah Kalianda menggelar yudisium untuk pertama kalinya sejak bertransformasi dari sekolah tinggi menjadi universitas. Sebanyak 105 mahasiswa dari fakultas Teknologi dan Bisnis Program Studi Manajemen mengikuti yudisium pada Rabu (11/6/2025).
Kegembiraan tampak meliputi wajah ratusan mahasiswa yang bakal jadi alumni perdana dalam Sejarah berdirinya Universitas Muhammadiyah Kalianda. Begitu pula dengan raut wajah civitas akademika yang turut bangga dengan capaian UM Kaliandaa sejauh ini.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kalianda, Susilawati S.Sos. M.I.P mengaku Bahagia melihat proses yudisium perdana itu. Orang nomor wahid di UM Kaliandaa ini tak menampik kalua proses yudisium sempat tertunda lantaran adanya transformasi dari sekolah tinggi menjadi universitas.
“Sungguh suatu kebahagiaan bagi kita semua, terutama bagi peserta yudisium, yang hari ini terjawab sudah perubahan bentuk status dari Sekolah Tinggi menjadi Universitas, sehingga momen Yudisium menjadi tertunda karena proses migrasi data dan penyesuaisn akreditasi yang butuh waktu,” kenang Susilawati dalam Mukaddimahnya.
Kendati begitu Susilawati menegaskan tetap ada hikmah dibalik lika-liku proses yang telah dilalui kampus maupun mahasiswa. Terlebih kata dia, mahasiswa yang mengikuti yudisium kali ini akan tercatat sebagai alumni dari Universitas Muhammadiyah Kalianda.
“ Dibalik penantian itu ada hikmah yang sangat luar biasa yaitu saudara diyudisium tercatat sebagai alumni dari Universitas Kalianda , bukan dari Sekolah Tinggi lagi,” tegas Susilawati.
Rektor pertama di UM Kalianda ini berpesan kepada peserta yudisium bahwa kedepan perjuangan sesungguhnya setelah yudisium tidaklah mudah. Sebab menurut Susilawati gelar akademik bukanlah tujuan akhir.
“Perlu diingat bahawa gelar akademik yang saudara proleh bukanlah tujuan akhir , ia adalah amanah yang membawa tanggungjawab moral dan sosial, jadilah sarjana tidak hanya cerdas secara intlektual tetapi juga mempunyai , integritas, kepedulian sosial,” begitu pesan dari Susilawati.
Masih kata Susilawati, dirinya percaya bahwa lulusan UM Kalianda adalah lulusan yang dapat menjadi agen perubahan membawa nilai-nilai islam dan kemajuan ditengah Masyarakat. Dia juga mendorong keahlian mahasiswa di bidang Ekonomi untuk memberdayakan masyarakat, memajukan ekonomi lokal dan ikut serta menyelesaikan persoalan riil bangsa.
Momen yudisium tersebut menjadi kilas balik dari perjalanan panjang mahasiswa dan civitas akademika di sana. banyak hambatan yang dilalui, tugas kuliah , ujian bahkan masalah pendanaan; ada yang sambil bekerja, ada yang bertahan dalam keterbatasan.
“Akhirnya kami mendoakan kesuksesan selalu menyertai saudara dalam setiap Langkah , jangan lupa selalu menjalin silaturrahmi dengan kampus,” Pungkas Susilawati.
Sementara itu mahasiswa yang ikut yudisium diketahui berangkat dari latar belakang berbeda-beda. Salah satunya adalah Yayan, mahasiswa asal Desa Banding Kecamatan Rajabasa yang tampak semringah mengikuti yudisium tersebut.
Momen tersebut terasa spesial baginya, sebab Yayan diketahui berhasil lolos seleksi CPNS di Kabupaten Pesisir Barat. Meski ditengah keterbatasan dan kesibukannya, putra daerah dari Kecamatan Rajabasa itu bisa membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing dengan anak bangsa dalam menggapai cita-cita. (ver)
Komentar