Viral Warga Injak Bantuan Gempa NTT, Pelaku Akhirnya Minta Maaf

Divson
10 September 2026 19:33 WIB

Sender.co.id – Video seorang warga terdampak gempa yang menginjak-injak bantuan makanan di Posko Nanga Lok, Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), viral di media sosial. Warga tersebut diketahui bernama Saimin Sadang Syawal dan akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah aksinya menuai sorotan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (7/9/2026) saat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dibagikan kepada warga terdampak gempa. Dalam video yang beredar, sejumlah mi dan biskuit terlihat berserakan hingga diinjak-injak.

Saimin kemudian membuat video permintaan maaf kepada publik dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur. Ia mengaku tindakannya dilakukan karena khilaf dan kecewa terhadap jumlah bantuan yang diterima masyarakat pascagempa.

“Atas nama masyarakat, atas nama pribadi, kembali saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekeliruan yang saya buat,” ujar Saimin.

Saimin juga menyebut bantuan yang diterima dinilai belum memenuhi kebutuhan warga setelah gempa mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026. Ia menarik kembali pernyataan dalam video sebelumnya yang telah disebarkan melalui WhatsApp dan Facebook.

Plt Camat Elar Timotius G.R. Madung membenarkan adanya ketidakpuasan warga terhadap bantuan yang diterima. Menurutnya, bantuan yang disalurkan memang terbatas karena harus diperuntukkan bagi seluruh warga terdampak dan pendistribusiannya dilakukan secara bertahap.

“Bantuan itu diperuntukkan bagi semua warga yang terdampak bukan berarti bantuan sampai di situ saja, tetap diupayakan supaya ada bantuan-bantuan lain, bertahap,” kata Timotius.

Timotius juga meminta warga tetap menerima bantuan yang diberikan. Jika bantuan dianggap tidak mencukupi, menurutnya, warga tidak perlu merusak atau menginjak makanan karena masih banyak masyarakat terdampak lainnya yang membutuhkan bantuan tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Golo Lijun Yovita Mbaju membenarkan bahwa Saimin merupakan warga yang muncul dalam video viral tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian juga telah mendatangi Saimin untuk meminta keterangan terkait kejadian tersebut.

“Kemarin Kapolsek dan anggota datang bertemu oknum yang viral itu (Saimin). Namun, proses lanjutannya tidak tahu lagi,” ujar Yovita.

Persoalan distribusi bantuan di wilayah tersebut juga tidak lepas dari kondisi geografis. Timotius menyebut Golo Lijun berada cukup jauh dari pusat Kecamatan Elar. Selain itu, koordinasi penyaluran bantuan turut menghadapi kendala karena wilayah tersebut tidak memiliki jaringan telepon yang memadai.

Menurut informasi yang disampaikan dalam video yang viral, warga di lokasi tersebut disebut baru dua kali menerima bantuan makanan dari pemerintah sejak gempa mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Bantuan yang diterima dalam pembagian tersebut disebut berupa tiga bungkus mi dan satu bungkus biskuit.

Aksi tersebut kemudian memicu beragam reaksi dari masyarakat. Di sisi lain, permintaan maaf Saimin menjadi penjelasan bahwa aksi menginjak bantuan tersebut dilakukan karena kekecewaan pribadi terhadap distribusi bantuan, bukan berarti seluruh warga terdampak memiliki sikap yang sama. (ra/wg)

Komentar