Danantara Siapkan Rp456 Miliar untuk Selesaikan Polemik Proyek LRT City

Divson
28 August 2026 16:14 WIB

Sender.co.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyiapkan dana sebesar Rp456 miliar untuk membantu menyelesaikan persoalan proyek hunian LRT City yang mengalami keterlambatan pembangunan dan serah terima unit kepada konsumen.

 

Komitmen tersebut disampaikan Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, pada Kamis (27/8/2026). Dana tersebut akan dialokasikan melalui skema equity injection kepada PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang mengembangkan sejumlah proyek LRT City.

 

Dony mengatakan kebutuhan dana tersebut telah dihitung untuk menyelesaikan kewajiban terhadap lebih dari 2.000 konsumen yang telah melakukan pembayaran, tetapi masih menghadapi persoalan terkait serah terima unit.

 

“Saya sudah ketemu dengan mereka, kita akan selesaikan kurang lebih untuk menyelesaikan 2.000 sekian saudara-saudara kita yang sudah membayar itu, saya membutuhkan penyelesaian itu Rp456 miliar,” ujar Dony.

 

Menurut Dony, penyelesaian tersebut menjadi perhatian karena menyangkut dana masyarakat yang telah digunakan untuk membeli hunian. Ia menilai persoalan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, terlebih bagi konsumen yang membeli hunian sebagai rumah pertama.

 

“Bagi saya itu penting sekali bahwa kita tidak boleh merugikan orang. Bayangkan orang menyisakan uangnya, menempatkan uangnya itu uang tabungannya, apalagi itu uang rumah pertama,” kata Dony.

 

Danantara menyatakan penanganan persoalan tersebut ditargetkan mulai dilakukan pada September 2026. Dony memastikan penyelesaian proyek menjadi komitmen Danantara setelah pihaknya melakukan pembahasan dengan manajemen PT Adhi Karya dan ADCP.

 

“Pasti akan diberesin. Karena itu menjadi komitmen kita,” tegas Dony.

 

Menurutnya, skema equity injection dipilih sebagai bentuk dukungan permodalan untuk membantu pengembang menyelesaikan kewajiban pembangunan dan serah terima unit kepada konsumen.

 

“Nanti ada bentuknya equity injection namanya untuk penyelesaian, karena tidak boleh orang terzalimi dengan hal-hal begini,” ujarnya.

 

Persoalan LRT City sebelumnya telah mendapat perhatian dari konsumen yang meminta kepastian mengenai kelanjutan proyek maupun hak mereka atas unit yang telah dibeli. Para konsumen juga telah menyampaikan aspirasi melalui Komisi VI DPR RI.

 

Koordinator Paguyuban Konsumen LRT City, Pieter, mengatakan persoalan yang dibawa ke DPR berkaitan dengan ketidakjelasan penyelesaian pembangunan, kepastian pemenuhan hak konsumen, serta alternatif penyelesaian apabila unit belum dapat diserahterimakan.

 

“Agenda pembahasan hari ini adalah permasalahan konsumen proyek-proyek LRT City yang dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Properti, khususnya terkait ketidakjelasan penyelesaian pembangunan proyek, kepastian pemenuhan hak konsumen, serta alternatif penyelesaian sengketa melalui mekanisme refund atau penyelesaian unit hingga serah terima,” kata Pieter.

 

Komisi VI DPR RI kemudian berencana kembali mempertemukan pihak-pihak terkait, termasuk Danantara, PT Adhi Karya, ADCP, dan perwakilan konsumen untuk membahas penyelesaian persoalan tersebut. Pertemuan lanjutan dijadwalkan pada 8 Oktober 2026.

 

ADCP sebelumnya menghadapi tekanan likuiditas dan kondisi pasar properti yang belum sepenuhnya pulih. Kondisi tersebut berdampak terhadap proses pembangunan dan serah terima sejumlah proyek hunian yang dikembangkan perusahaan.

 

ADCP tercatat memiliki 13 proyek dengan total 9.839 unit hunian. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.392 unit telah terjual dan 2.575 unit telah diserahterimakan kepada konsumen.

 

Selain penyelesaian pembangunan, ADCP sebelumnya juga menawarkan sejumlah alternatif bagi konsumen, antara lain relokasi unit serta penggunaan sementara unit yang telah siap huni. Perusahaan juga menjajaki kerja sama dengan investor dan kontraktor strategis untuk mempercepat penyelesaian proyek.

 

Dukungan dana dari Danantara diharapkan dapat mempercepat proses penyelesaian sekaligus memberikan kepastian kepada konsumen yang telah menunggu serah terima unit mereka. (it/dv)

Komentar